Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

H-8 Lebaran 2026, Arus Kendaraan Keluar Jakarta Mulai Naik! Ini Data Terbaru dari Jasa Marga

H-8 Lebaran 2026, Arus Kendaraan Keluar Jakarta Mulai Naik! Ini Data Terbaru dari Jasa Marga
Ilustrasi. Antrian di gerbang tol Cikampek Utama I

PEWARTA.CO.ID — Arus kendaraan yang meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mulai mengalami peningkatan menjelang libur Lebaran 2026. Lonjakan lalu lintas tersebut terpantau pada H-8 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, mengatakan bahwa peningkatan volume kendaraan mulai terlihat di sejumlah gerbang tol utama yang menjadi jalur keluar dari wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan data yang dihimpun pada Jumat, 13 Maret 2026, Jasa Marga mencatat adanya kenaikan jumlah kendaraan yang melintas menuju beberapa arah utama seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Merak, hingga kawasan wisata Puncak.

Volume lalin meningkat

"Volume lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, Merak dan menuju Puncak yang terdistribusi melaui Gerbang Tol (GT) Cengkareng, GT Cikupa dan GT Ciawi 1, total tercatat sebanyak 175.132 kendaraan atau meningkat 0,72% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 173.879 kendaraan transaksi," ujarnya pada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Widiyatmiko menjelaskan bahwa peningkatan tersebut terlihat di sejumlah titik gerbang tol strategis.

Di Gerbang Tol Cengkareng, misalnya, jumlah kendaraan yang melintas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta tercatat mencapai 83.572 kendaraan. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 1,20 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang biasanya mencapai 82.577 kendaraan.

Sementara itu, di Gerbang Tol Cikupa yang menjadi akses menuju Merak, volume kendaraan juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 55.520 kendaraan melintas di titik tersebut, atau naik 6,88 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di angka 51.944 kendaraan.

Berbeda dengan dua gerbang tol sebelumnya, arus kendaraan menuju kawasan Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi 1 justru mengalami penurunan. Jumlah kendaraan yang tercatat melintas mencapai 36.040 unit, lebih rendah sekitar 8,43 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang biasanya mencapai 39.358 kendaraan.

Selain wilayah Jabodetabek, peningkatan arus kendaraan juga mulai terlihat di sejumlah ruas tol di Jawa Barat, terutama yang mengarah ke Bandung dan wilayah sekitarnya.

"Sementara itu di wilayah Jawa Barat, terpantau mulai terjadi peningkatan volume lalu lintas menuju Bandung atau Rancaekek sekitarnya, tercatat total sebanyak 76.107 kendaraan melintas atau meningkat sebanyak 1,93% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 74.668 kendaraan," tuturnya.

Widiyatmiko kemudian merinci bahwa salah satu titik peningkatan lalu lintas terjadi di Gerbang Tol Cileunyi yang berada di ruas Tol Padaleunyi.

Di gerbang tol tersebut, tercatat sebanyak 38.728 kendaraan melintas menuju wilayah Rancaekek, Garut, dan daerah sekitarnya. Jumlah ini meningkat 2,34 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang berada di angka 37.844 kendaraan.

Selain itu, kendaraan yang melintas melalui Gerbang Tol Cileunyi menuju Bandung maupun Jakarta juga mengalami lonjakan. Total kendaraan yang tercatat mencapai 32.645 unit atau meningkat 14,23 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 28.579 kendaraan.

Kondisi serupa juga terjadi di Gerbang Tol Pasteur, salah satu akses utama menuju Kota Bandung.

Data Jasa Marga menunjukkan sebanyak 37.379 kendaraan masuk ke Kota Bandung melalui Gerbang Tol Pasteur. Angka ini naik sekitar 1,51 persen dibandingkan kondisi normal yang berada di angka 36.824 kendaraan.

Sementara itu, kendaraan yang keluar dari Kota Bandung menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Pasteur tercatat sebanyak 30.999 kendaraan. Jumlah tersebut sedikit lebih rendah, yakni turun sekitar 0,84 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang mencapai 31.261 kendaraan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement