Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Bahlil Minta Masyarakat Hemat LPG: Matikan Kompor Kalau Masakan Sudah Matang

Bahlil Minta Masyarakat Hemat LPG: Matikan Kompor Kalau Masakan Sudah Matang
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan gas elpiji (LPG), terutama di tengah dinamika geopolitik global yang masih belum stabil.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah menjaga ketahanan energi nasional, mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan LPG.

Sekitar 70 persen pasokan LPG dalam negeri saat ini berasal dari luar negeri. Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap gejolak global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai distribusi energi dunia.

Dalam keterangannya, Bahlil secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan LPG secara berlebihan, termasuk saat memasak di rumah.

"Kalau masak pakai LPG, setelah masak, selesai. Jangan boros. Kami betul-betul minta bantuan rakyat dalam memakai energi secara bijaksana," ujar Bahlil.

Pemerintah jaga pasokan di tengah tekanan global

Bahlil menegaskan, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan energi tetap aman di tengah berbagai tantangan global.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara pemasok untuk menjaga stabilitas suplai LPG.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memaksimalkan pemanfaatan sumber energi dalam negeri guna menekan ketergantungan terhadap impor. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Peran masyarakat dinilai krusial

Meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya strategis, Bahlil menekankan bahwa keberhasilan menjaga ketahanan energi juga sangat bergantung pada peran aktif masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan LPG secara efisien dan sesuai kebutuhan.

Penggunaan energi yang bijak, menurutnya, dapat membantu mengurangi tekanan terhadap pasokan nasional sekaligus menjaga stabilitas distribusi di lapangan.

Imbauan hindari panic buying

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian LPG secara berlebihan atau panic buying. Tindakan tersebut berpotensi mengganggu distribusi dan menciptakan kelangkaan semu di masyarakat.

Ia memastikan, hingga saat ini distribusi energi, termasuk LPG dan BBM, masih berjalan lancar. Bahkan selama periode Lebaran, tidak ditemukan antrean panjang yang signifikan di SPBU maupun dalam penyaluran LPG.

Subsidi tetap dijaga

Di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah, Bahlil memastikan komitmen untuk menjaga stabilitas harga energi tetap menjadi prioritas. Termasuk di dalamnya adalah LPG bersubsidi yang digunakan oleh masyarakat luas.

Pemerintah, kata dia, terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk merumuskan skema terbaik dalam menjaga keberlanjutan subsidi tanpa membebani anggaran secara berlebihan.

"Dalam kondisi krisis sekalipun, arahan Bapak Presiden jelas, bagaimana agar rakyat tidak terbebani. Subsidi tetap kita jaga," pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement