Waspada Banjir Besar! BNPB Pasang Sistem Peringatan Dini Canggih di Bekasi, Warga Bisa Dapat Alarm Lebih Cepat
![]() |
| Waspada Banjir Besar! BNPB Pasang Sistem Peringatan Dini Canggih di Bekasi, Warga Bisa Dapat Alarm Lebih Cepat |
PEWARTA.CO.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat langkah mitigasi bencana banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan mengembangkan sistem Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini. Salah satu titik utama penguatan sistem ini berada di Bendung Prisdo, Bekasi Timur.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi potensi banjir besar yang kerap melanda wilayah Bekasi, terutama saat curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pengembangan sistem ini dirancang untuk memperkuat kemampuan pemantauan kondisi hidrologi secara langsung.
“Dan pemangku kepentingan dalam memantau kondisi hidrologi secara real time serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat di wilayah rawan banjir," ujar Abdul Muhari, Sabtu (7/3/2026).
Pemasangan sensor di titik strategis aliran sungai
Dalam implementasinya, BNPB memasang berbagai sensor pemantauan di sejumlah lokasi strategis yang berada di sepanjang aliran sungai yang berpengaruh terhadap potensi banjir di Bekasi.
Lokasi pemasangan tersebut mencakup kawasan hulu hingga hilir sungai. Di antaranya wilayah hulu Sungai Cileungsi yang berada di Cibongas, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Selain itu, sensor juga ditempatkan di segmen tengah Sungai Cileungsi di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, hingga titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas atau yang dikenal dengan P2C.
Pemasangan perangkat pemantau juga dilakukan di Bendung Prisdo di Bekasi Timur serta di Sungai Cikeas wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, yang menjadi bagian dari aliran menuju Sungai Bekasi.
"Titik-titik ini dipilih karena memiliki peran penting dalam memantau perubahan debit air yang dapat memicu banjir di wilayah permukiman di Kota Bekasi," tuturnya.
Dilengkapi sirine peringatan di kawasan permukiman
Tidak hanya memasang sensor pemantauan air, BNPB juga melengkapi sistem tersebut dengan perangkat sirine peringatan yang ditempatkan di sejumlah kawasan permukiman yang rawan banjir.
Beberapa wilayah yang dipasangi sirine antara lain Bekasi Jaya di Bekasi Timur, Jaka Kencana di Bekasi Selatan, Teluk Pucung di Bekasi Utara, serta kawasan Mitra Lestari di Kecamatan Jatiasih.
Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada catatan historis kejadian banjir yang cukup tinggi serta kedekatannya dengan aliran sungai utama. Kondisi ini membuat wilayah tersebut membutuhkan sistem peringatan dini yang cepat agar masyarakat dapat segera bersiap.
Dengan adanya sirine tersebut, warga diharapkan dapat menerima informasi ancaman banjir secara lebih cepat ketika terjadi peningkatan debit air di sungai.
Teknologi pemantauan terintegrasi
Abdul Muhari menjelaskan bahwa sistem EWS yang dikembangkan BNPB ini memanfaatkan berbagai perangkat teknologi pemantauan yang saling terintegrasi.
Perangkat tersebut meliputi sensor tinggi muka air Automatic Water Level Recorder (AWLR), sensor pengukur curah hujan, kamera pemantau, hingga dashboard visualisasi data yang menampilkan kondisi sungai secara langsung.
"Pengembangan sistem ini mengintegrasikan berbagai perangkat teknologi pemantauan seperti sensor tinggi muka air Automatic Water Level Recorder (AWLR), sensor curah hujan, kamera pemantau, serta dashboard visualisasi data yang dapat menampilkan kondisi sungai secara langsung," jelasnya.
Seluruh data yang diperoleh dari sensor tersebut akan diproses secara otomatis dan ditampilkan secara real time melalui sistem dashboard. Dengan begitu, petugas dapat memantau perkembangan debit air sungai dan potensi banjir secara cepat.
Sistem otomatis tanpa operator
Keunggulan lain dari sistem ini adalah mekanisme kerjanya yang bersifat otomatis tanpa memerlukan operator di lokasi. Sistem akan terus memantau kondisi sungai dan mengirimkan data secara langsung ke pusat pemantauan.
Ketika terdeteksi adanya peningkatan debit air yang berpotensi memicu banjir, sistem dapat segera memberikan sinyal peringatan dini kepada masyarakat melalui sirine maupun sistem pemantauan yang terhubung dengan petugas.
BNPB berharap sistem ini mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan oleh pihak terkait.
"Dengan informasi yang lebih awal, masyarakat dapat segera melakukan langkah antisipasi seperti evakuasi atau pengerahan sumber daya," pungkasnya.
