KAI Sebut 430 Ribu Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Masih Tersedia, Buruan Beli!
![]() |
| KAI Sebut 430 Ribu Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Masih Tersedia, Buruan Beli! |
PEWARTA.CO.ID — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan bahwa penjualan tiket untuk periode mudik Lebaran 2026 terus menunjukkan tren positif.
Hingga Rabu (18/3/2026), total tiket yang telah terjual mencapai 3.483.469 lembar dari keseluruhan kapasitas yang disediakan.
Pada musim angkutan Lebaran tahun ini, KAI menyiapkan sebanyak 4.498.696 tempat duduk yang terdiri dari layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal, untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Tiket masih tersedia
Meskipun angka penjualan sudah tinggi, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket. Dari total kapasitas yang ada, sekitar 1.015.227 kursi masih tersedia dan dapat dipesan.
Khusus untuk layanan kereta api jarak jauh, tiket yang telah terjual mencapai 3.141.282 lembar dari total 3.571.760 kursi yang disediakan.
"Artinya, masih tersedia sekitar 430.478 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik," tulis Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya, Rabu (18/3).
Sementara itu, pada layanan kereta api lokal, jumlah tiket yang telah terjual tercatat sebanyak 342.187 lembar atau sekitar 36,9 persen dari total kapasitas 926.936 kursi. Dengan demikian, masih tersisa sekitar 584.749 tempat duduk yang bisa dimanfaatkan oleh calon penumpang.
Anne menjelaskan bahwa peningkatan penjualan tiket ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama saat mudik Lebaran.
“Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus menguat sejak pertengahan Maret. Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang meningkat secara bertahap, khususnya pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan antarkota,” ujar Anne.
Tren mudik mulai terlihat sejak awal
KAI mencatat bahwa arus mudik Lebaran 2026 sudah mulai terbentuk sejak hari-hari awal periode angkutan. Dalam tujuh hari pertama, yakni 11 hingga 17 Maret 2026, layanan kereta api jarak jauh telah melayani sebanyak 1.125.378 pelanggan di berbagai rute di Pulau Jawa dan Sumatra.
Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat secara bertahap dari hari ke hari, menandakan bahwa sebagian pemudik memilih untuk berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan.
Untuk tanggal 18 Maret 2026, pergerakan penumpang diperkirakan tetap tinggi. Hingga pagi hari, terdapat sekitar 188.678 pelanggan kereta api jarak jauh yang telah dijadwalkan melakukan perjalanan, dengan tingkat okupansi sementara mencapai 115,4 persen.
Jumlah ini masih berpotensi meningkat karena penjualan tiket masih berlangsung.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” tutur Anne.
Daftar kereta favorit saat lebaran
KAI juga mengungkap sejumlah kereta api yang menjadi favorit masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026. Beberapa di antaranya adalah KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.
Tingginya minat pada layanan tersebut menunjukkan bahwa kereta api kelas ekonomi tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh dengan harga yang terjangkau.
Rincian okupansi harian
Berikut data volume pelanggan dan tingkat okupansi kereta api jarak jauh selama periode 11 hingga 17 Maret 2026:
- 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas (63,7 persen)
- 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas (79,2 persen)
- 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas (101,4 persen)
- 14 Maret: 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas (113,7 persen)
- 15 Maret: 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas (110,6 persen)
- 16 Maret: 173.753 pelanggan dari 163.432 kapasitas (106,3 persen)
- 17 Maret: 191.398 pelanggan dari 163.432 kapasitas (117,1 persen)
Data tersebut memperlihatkan bahwa tingkat okupansi terus meningkat dan bahkan melampaui 100 persen pada beberapa hari, seiring dengan optimalisasi sistem perjalanan kereta.
Lonjakan ini menjadi indikasi kuat bahwa moda transportasi kereta api semakin diminati masyarakat sebagai pilihan utama untuk mudik Lebaran 2026, terutama karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan efisiensi perjalanan.
