Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

MLS Larang Derrick Jones dan Yaw Yeboah Bermain Seumur Hidup karena Skandal Judi Bola

MLS Larang Derrick Jones dan Yaw Yeboah Bermain Seumur Hidup karena Skandal Judi Bola
MLS Larang Derrick Jones dan Yaw Yeboah Bermain Seumur Hidup karena Skandal Judi Bola


PEWARTA.CO.ID — Kompetisi sepak bola Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS), menjatuhkan hukuman berat kepada dua pesepakbola profesional, Derrick Jones dan Yaw Yeboah.

Keduanya resmi dilarang beraktivitas di sepak bola profesional seumur hidup setelah terbukti melakukan perjudian terkait pertandingan sepak bola.

Keputusan tersebut diambil setelah liga menyelesaikan penyelidikan panjang mengenai dugaan pelanggaran aturan integritas kompetisi. Sebelumnya, kedua pemain itu telah ditempatkan dalam status cuti administratif sejak Oktober 2025 sambil menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak liga.

Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa Jones dan Yeboah terlibat dalam aktivitas taruhan secara luas pada pertandingan sepak bola sepanjang musim 2024 hingga 2025. Yang lebih mengejutkan, keduanya juga diketahui memasang taruhan yang melibatkan tim mereka sendiri.

MLS mengungkapkan salah satu contoh kasus yang terjadi pada 2024. Saat itu, keduanya diduga memasang taruhan agar Jones menerima kartu kuning dalam sebuah pertandingan. Insiden tersebut benar-benar terjadi dalam laga yang dimaksud ketika keduanya masih memperkuat klub Columbus Crew.

MLS tegaskan komitmen menjaga integritas liga

Komisaris MLS, Don Garber, menegaskan bahwa liga tidak akan memberi toleransi terhadap praktik yang berpotensi merusak integritas pertandingan.

“Kami tetap teguh dalam komitmen menjaga integritas pertandingan. Liga akan terus menegakkan kebijakan, meningkatkan edukasi, dan mendorong penghapusan taruhan kartu kuning di semua negara bagian,” ujar Garber dalam pernyataan resmi.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah mitra integritas MLS menemukan adanya pola taruhan yang tidak wajar. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak liga.

MLS selanjutnya menunjuk firma hukum independen untuk melakukan investigasi mendalam guna memastikan apakah benar terjadi pelanggaran terhadap regulasi kompetisi.

Columbus Crew dukung proses investigasi

Pihak klub Columbus Crew juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil oleh MLS. Klub menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai sportivitas dan integritas dalam sepak bola.

“Columbus Crew bangga dengan reputasi yang dibangun pada MLS dan sepak bola global yang berlandaskan rasa hormat dan integritas. Kami mengecam setiap tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut,” demikian pernyataan resmi klub.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa klub tidak mentolerir praktik yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap kompetisi sepak bola profesional.

Perjalanan karier Derrick Jones di MLS

Derrick Jones yang kini berusia 29 tahun memulai kariernya di MLS bersama Philadelphia Union pada 2016. Ia bermain selama empat musim bersama klub tersebut sebelum melanjutkan perjalanan kariernya ke beberapa tim lain.

Setelah meninggalkan Philadelphia Union, Jones sempat memperkuat Nashville SC, kemudian bermain untuk Houston Dynamo serta Charlotte FC.

Menjelang dimulainya musim 2024, Jones kemudian bergabung dengan Columbus Crew. Namun kariernya di klub tersebut harus berakhir dengan kontroversi besar akibat kasus perjudian yang kini menjeratnya.

Yaw Yeboah kini bermain di liga Tiongkok

Sementara itu, Yaw Yeboah yang berusia 28 tahun sempat menjadi bagian dari skuad Columbus Crew selama tiga musim, tepatnya dari 2022 hingga 2024.

Pada musim berikutnya, pemain asal Ghana tersebut melanjutkan kariernya di Los Angeles FC sebelum akhirnya hijrah ke klub Tiongkok, Qingdao Hainiu, tempat ia bermain saat ini.

Kasus yang menjerat Jones dan Yeboah menjadi salah satu skandal integritas terbesar yang terjadi di MLS dalam beberapa tahun terakhir. Liga pun menegaskan akan terus memperketat pengawasan serta edukasi bagi pemain demi mencegah praktik perjudian yang dapat merusak kredibilitas kompetisi.

Advertisement
Advertisement
Advertisement