Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Pertamina Lubricants Pastikan Stok Pelumas RI Aman di Tengah Gejolak Perang Iran vs AS-Israel

Pertamina Lubricants Pastikan Stok Pelumas RI Aman di Tengah Gejolak Perang Iran vs AS-Israel
Pertamina Lubricants Pastikan Stok Pelumas RI Aman di Tengah Gejolak Perang Iran vs AS-Israel

PEWARTA.CO.ID — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Situasi tersebut bahkan berdampak pada penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur strategis pengiriman minyak mentah dunia.

Penutupan jalur vital tersebut memicu kekhawatiran di berbagai sektor industri global, termasuk industri energi dan pelumas. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai rute utama distribusi minyak mentah yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar internasional.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Lubricants menegaskan bahwa pasokan pelumas untuk kebutuhan domestik di Indonesia masih dalam kondisi aman.

VP Marketing Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo, menyatakan pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan stok pelumas di dalam negeri meskipun situasi geopolitik global tengah bergejolak.

"Yang pasti, kita komit berupaya untuk menjaga stok domestik," ujar Nugroho di Jakarta, dikutip Minggu (8/3/2026).

Bahan baku berasal dari kilang dalam negeri

Nugroho menjelaskan, keamanan pasokan tersebut tidak lepas dari sumber bahan baku yang berasal dari dalam negeri. Pertamina Lubricants menggunakan base oil mineral yang diproduksi di kilang Cilacap, Jawa Tengah, serta base oil sintetis dari Dumai, Riau.

"Bahan baku kita kan base oil yang mineral dari Cilacap dan sintetik itu salah satu yang terbaik dari Dumai," ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa minyak mentah dari Dumai memiliki kualitas unggulan yang diakui secara internasional.

"Minyak mentah dari Dumai itu masuk grup tiga plus. Itu terbaiklah," ucapnya.

Dengan sumber bahan baku lokal tersebut, produksi pelumas Pertamina tidak terdampak langsung oleh situasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Produksi domestik tidak terdampak konflik

Menurut Nugroho, produksi pelumas yang ditujukan untuk pasar dalam negeri tetap berjalan normal. Hal ini karena kebutuhan produksi sebagian besar difokuskan untuk memenuhi permintaan domestik.

"Kalau produksi enggak karena kan kebetulan ini demand domestic," katanya.

Namun demikian, situasi geopolitik global tetap berpotensi memengaruhi distribusi ekspor. Hal itu terutama berkaitan dengan stabilitas jalur logistik internasional.

Ekspor ke 17 negara, Australia jadi pasar terbesar

Untuk pasar internasional, Pertamina Lubricants saat ini telah mengekspor produk pelumas ke 17 negara. Dari sejumlah negara tersebut, Australia menjadi salah satu pasar dengan volume ekspor terbesar.

"Kalau ekspor tergantung situasi ke depan," ucapnya.

Nugroho menambahkan bahwa selain memiliki pasar di Australia, perusahaan juga memiliki fasilitas produksi di Thailand guna memperkuat distribusi regional.

"Ekspor itu sekarang yang relatif besar kami di Australia. Kami punya pasar, kami juga punya fasilitas pabrik di Thailand,” kata Nugroho.

Selain kawasan Asia Pasifik, beberapa negara di Afrika juga menjadi tujuan ekspor produk pelumas Pertamina. Di antaranya adalah Afrika Selatan dan Nigeria yang menjadi pasar potensial bagi produk tersebut.

Dengan jaringan produksi dan distribusi yang tersebar, Pertamina Lubricants optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan pelumas, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik di tengah dinamika geopolitik global.

Advertisement
Advertisement
Advertisement