Presiden Iran Minta Maaf, Janji Hentikan Serangan ke Negara Tetangga di Tengah Perang dengan AS–Israel
![]() |
| Presiden Iran Minta Maaf, Janji Hentikan Serangan ke Negara Tetangga di Tengah Perang dengan AS–Israel |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah dan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak memiliki niat untuk menyerang maupun menginvasi negara tetangga.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional. Ia menegaskan bahwa Teheran telah mengambil keputusan untuk menghentikan serangan terhadap target di negara-negara regional.
Dalam pidatonya, Pezeshkian juga menekankan bahwa Iran tetap menghormati kedaulatan negara-negara tetangga serta tidak memiliki agenda ekspansi militer di kawasan.
Langkah tersebut diumumkan di tengah memanasnya konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang kini telah memasuki pekan kedua. Situasi perang semakin tidak menentu, dengan belum ada kepastian kapan permusuhan akan berakhir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menuntut Teheran agar melakukan “penyerahan tanpa syarat”. Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di wilayah Republik Islam Iran.
Tidak hanya itu, Israel juga melakukan invasi militer besar ke Lebanon. Kondisi ini memicu kekhawatiran internasional, bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan potensi krisis kemanusiaan serius di negara tersebut.
Iran tegaskan tidak akan menyerang negara tetangga
Pezeshkian mengungkapkan bahwa keputusan untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara kawasan telah disetujui oleh Dewan Kepemimpinan Sementara Iran.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan baru tersebut menetapkan Iran tidak akan meluncurkan serangan rudal ke wilayah negara tetangga, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka.
Kebijakan ini, menurutnya, merupakan upaya untuk mencegah konflik meluas di kawasan Timur Tengah sekaligus menjaga stabilitas regional.
Serangan rudal dan balasan Israel
Meski demikian, ketegangan militer masih terus terjadi. Pada Sabtu (8/3/2024) pagi, sejumlah rudal dilaporkan meluncur menuju Israel setelah Israel Defense Forces (IDF) menyatakan telah mendeteksi peluncuran dari wilayah Iran.
Media Rusia RT melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar ketika sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat rudal-rudal yang datang.
Tak lama setelah peristiwa tersebut, militer Israel menyatakan telah memulai gelombang serangan baru yang menargetkan berbagai infrastruktur di ibu kota Iran, Teheran.
AS–Israel sebut serangan sebagai langkah pencegahan
Washington dan Tel Aviv sebelumnya menyatakan bahwa serangan awal mereka terhadap Iran merupakan langkah pencegahan.
Mereka mengklaim operasi militer tersebut bertujuan untuk menghancurkan program pengayaan uranium serta kemampuan rudal balistik Iran.
Namun, pemerintah Iran membantah tuduhan tersebut. Teheran menegaskan bahwa program nuklirnya sepenuhnya bersifat damai dan mengecam serangan AS serta Israel sebagai tindakan yang tidak berdasar.
Rusia dan China kecam agresi militer
Serangan militer terhadap Iran juga menuai kritik dari sejumlah negara besar dunia. Rusia dan China termasuk pihak yang secara terbuka mengecam operasi militer AS–Israel tersebut.
Kedua negara menilai serangan tersebut sebagai bentuk agresi yang berpotensi menggulingkan pemerintahan di Teheran.
Kecaman dari komunitas internasional semakin kuat seiring meningkatnya jumlah korban akibat konflik tersebut.
Ribuan korban dalam konflik Iran vs AS–Israel
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyatakan bahwa serangan yang dilakukan AS dan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran serta melukai ribuan orang lainnya.
Di sisi lain, serangan balasan yang diluncurkan Iran dilaporkan menewaskan 11 orang di Israel.
Selain itu, konflik tersebut juga menyebabkan korban dari pihak Amerika Serikat. Setidaknya enam personel militer AS dilaporkan tewas dalam eskalasi perang yang masih berlangsung hingga saat ini.
