Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

RI Tak Lagi Impor BBM di Masa Depan, Prabowo: Bisa dari Sawit

RI Tak Lagi Impor BBM di Masa Depan, Prabowo: Bisa dari Sawit
RI Tak Lagi Impor BBM di Masa Depan, Prabowo: Bisa dari Sawit

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia di masa depan tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah menargetkan kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi dari sumber daya dalam negeri, termasuk melalui pengolahan tanaman seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi video yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin sore.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya alam domestik.

"Kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu," ujar Prabowo dalam konferensi video yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin sore.

Indonesia kaya sumber daya energi

Menurut Presiden, Indonesia merupakan negara yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut tidak hanya menjadi penopang kebutuhan pangan nasional, tetapi juga bisa dikembangkan sebagai sumber energi alternatif.

Tanaman seperti kelapa sawit, singkong, dan jagung disebut memiliki peluang besar untuk diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan yang dapat mengurangi ketergantungan pada impor minyak.

Selain berpotensi sebagai energi alternatif, kekayaan sumber daya alam tersebut juga memberikan keuntungan besar bagi ketahanan pangan nasional. Dengan produksi pangan yang memadai, Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif aman dibandingkan banyak negara lain di tengah ketidakpastian global.

Harga minyak dunia tinggi, subsidi tetap terjaga

Prabowo juga menyinggung kondisi harga minyak dunia yang sempat melambung hingga di atas USD100 per barel. Meski demikian, pemerintah masih mampu menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat kondisi tersebut dapat bertahan adalah keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kita sangat bersyukur atas karunia yang mahakuasa yang bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada pangan. Dalam keadaan harga BBM, kita bersyukur bahwa swasembada (energi) hampir kita capai, kita sudah sampai swasembada beras," katanya.

Optimistis Indonesia keluar dari krisis lebih kuat

Di tengah berbagai ketidakpastian global, Presiden juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu khawatir. Ia menilai Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar, bahkan terus ditemukan potensi baru dari waktu ke waktu.

Prabowo mengakui bahwa tantangan dan kesulitan tetap akan muncul. Namun ia optimistis Indonesia mampu melewati masa krisis dan keluar dengan kondisi yang lebih kuat.

"Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, setiap hari kita temukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu, tapi perkiraan saya kita akan keluar dari dalam keadaan krisis ini dengan lebih kuat, makmur, dan lebih mampu berdikari," ujar Prabowo.

Peran kepala daerah penting untuk program nasional

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang terus mendukung pelaksanaan program-program pemerintah pusat. Salah satu program utama yang menjadi perhatian adalah upaya mewujudkan swasembada pangan.

Prabowo menilai koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan global.

Ia menegaskan bahwa kerja sama yang kuat antar semua pihak akan membuat Indonesia semakin tangguh di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

"Bersatu kita kuat, bersatu kita akan keluar dalam keadaan yang lebih baik. Terima kasih, teruskan pengabdianmu yang luar biasa ini," kata Prabowo.

Ketahanan pangan Indonesia dinilai aman

Selain soal energi, Prabowo juga memastikan bahwa kondisi pangan nasional masih dalam keadaan aman meskipun dunia tengah menghadapi berbagai konflik dan krisis global.

Ia menegaskan bahwa upaya mencapai swasembada pangan yang selama ini diperjuangkan telah menunjukkan hasil nyata. Saat ini Indonesia disebut telah mencapai swasembada beras, yang merupakan makanan pokok mayoritas masyarakat.

"Apa pun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan," ujar Prabowo.

Presiden juga menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada produksi beras, tetapi juga menargetkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan protein dalam negeri.

Dengan langkah tersebut, ketahanan pangan nasional diharapkan semakin kuat sehingga Indonesia tetap mampu bertahan di tengah gejolak ekonomi global.

"Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai swasembada pangan. Kita sudah sampai swasembada beras di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita," ucapnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement