Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Serangan Balasan Iran Guncang Qatar, Fasilitas LNG Terbesar Dunia di Ras Laffan Rusak Parah!

Serangan Balasan Iran Guncang Qatar, Fasilitas LNG Terbesar Dunia di Ras Laffan Rusak Parah!
Serangan Balasan Iran Guncang Qatar, Fasilitas LNG Terbesar Dunia di Ras Laffan Rusak Parah!

PEWARTA.CO.ID — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan rudal ke fasilitas energi strategis milik Qatar.

Target utama serangan tersebut adalah Kota Industri Ras Laffan, yang dikenal sebagai pusat produksi gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.

Pemerintah Qatar mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan serius pada fasilitas vital tersebut, sekaligus memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global.

Iran serang fasilitas LNG Qatar

Kementerian Luar Negeri Qatar secara tegas mengecam aksi militer Iran yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

“Negara Qatar menyampaikan kecaman dan penolakan keras terhadap serangan Iran yang terang-terangan yang menargetkan Kota Industri Ras Laffan, yang menyebabkan kebakaran dan kerusakan signifikan pada fasilitas tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan, melansir Al Jazeera, Kamis (19/3/2026).

Meski sempat memicu kebakaran hebat, otoritas setempat memastikan bahwa situasi kini mulai terkendali. Kementerian Dalam Negeri Qatar menyebut api berhasil dipadamkan sementara tanpa menimbulkan korban jiwa.

Pihak QatarEnergy juga memastikan seluruh pekerja dalam kondisi aman.

“Semua personel telah dipastikan keberadaannya dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan saat ini,” kata QatarEnergy, produsen gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, pada Rabu.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Iran mengeluarkan ancaman terbuka terhadap fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk. Ancaman tersebut merupakan respons atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars yang memperburuk konflik regional.

Selain Ras Laffan, Iran juga disebut mengincar sejumlah fasilitas energi penting lainnya di kawasan. Target yang disebutkan meliputi kompleks petrokimia Mesaieed di Qatar, Kilang Samref di Arab Saudi, kawasan industri Jubail, hingga ladang gas Al Hosn di Uni Emirat Arab.

Sebagai respons tegas, pemerintah Qatar mengambil langkah diplomatik dengan mengusir sejumlah pejabat Iran.

Kementerian Luar Negeri Qatar menetapkan atase militer dan keamanan Kedutaan Iran sebagai persona non grata, termasuk staf yang terkait. Mereka diberi waktu 24 jam untuk meninggalkan wilayah Qatar.

Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas serangan yang dianggap berulang dan membahayakan stabilitas kawasan.

“Qatar menganggap serangan ini sebagai eskalasi berbahaya, pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya, dan ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya,” katanya.

“Pihak Iran terus melanjutkan kebijakan eskalasi yang mendorong kawasan ini ke ambang kehancuran dan menyeret negara-negara yang bukan pihak dalam krisis ini ke zona konflik.”

Sebelumnya, pada 2 Maret, Qatar sempat menghentikan sementara produksi LNG akibat serangan yang juga menyasar fasilitas di Ras Laffan serta tangki air di pembangkit listrik di Kota Industri Mesaieed.

Sebagai informasi, kompleks Ras Laffan terletak sekitar 80 kilometer di timur laut Doha dan memegang peran vital dalam rantai pasok energi global. Fasilitas ini menyumbang sekitar 20 persen produksi LNG dunia, menjadikannya penopang utama kebutuhan energi di pasar Asia dan Eropa.

Serangan terbaru ini pun memicu kekhawatiran bahwa konflik yang terus meluas dapat berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi global serta memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

Advertisement
Advertisement
Advertisement