125 Ribu Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Fast Track di 4 Bandara
![]() |
| Kemenhaj Pastikan 125 Ribu Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Fast Track di 4 Bandara |
PEWARTA.CO.ID — Kementerian Haji dan Umroh mengungkapkan sebanyak 125.234 jemaah haji asal Indonesia akan merasakan kemudahan melalui layanan fast track pada penyelenggaraan haji tahun ini. Fasilitas tersebut disediakan untuk mempercepat proses imigrasi sehingga perjalanan jemaah menjadi lebih nyaman.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa layanan fast track kembali dioperasikan di empat bandara utama keberangkatan jemaah haji di Indonesia.
"Menghadirkan layanan fast track, ini sebagai ikhtiar efisiensi imigrasi di Tanah Air untuk menambah kenyamanan perjalanan jemaah. Layanan fast track kembali dioperasikan saat ini di empat bandara," ujar Ichsan kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026).
Sebaran jemaah di empat bandara
Ichsan menjelaskan, Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu titik utama layanan fast track dengan total puluhan ribu jemaah dari beberapa embarkasi. Rinciannya, sebanyak 13.751 jemaah dan petugas berasal dari embarkasi Jakarta Pondok Gede. Kemudian, 12.295 jemaah dan petugas dari embarkasi Jakarta Bekasi, serta 9.218 jemaah dan petugas dari embarkasi Banten.
Selain itu, Bandara Adi Sumarmo Solo juga melayani 29.133 jemaah dan petugas. Sementara di Bandara Juanda Surabaya tercatat sebagai yang terbanyak dengan 44.080 jemaah dan petugas yang memanfaatkan layanan tersebut.
Adapun Bandara Sultan Hasanuddin Makassar turut menjadi tambahan lokasi layanan fast track tahun ini dengan jumlah 16.750 jemaah dan petugas.
Proses imigrasi lebih cepat
Dengan total keseluruhan mencapai 125.234 jemaah haji , pemerintah optimistis layanan fast track mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efisien bagi jemaah haji Indonesia.
"Tentunya, dengan fast track seluruh proses imigrasi Arab Saudi diselesaikan di Indonesia saat tiba di Jeddah ataupun di Madinah, jemaah tidak perlu antre panjang sehingga dapat langsung menuju hotel atau tempat tujuan berikutnya bagi jemaah," katanya.
Melalui layanan ini, jemaah tidak lagi harus menjalani proses imigrasi yang panjang setibanya di Arab Saudi. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi kelelahan setelah perjalanan panjang serta meningkatkan kenyamanan selama menjalankan ibadah haji.
