Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

2 PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil Jakpus, Diduga Hendak Kabur karena Tak Betah dengan Majikan

2 PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil Jakpus, Diduga Hendak Kabur karena Tak Betah dengan Majikan
2 PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil Jakpus, Diduga Hendak Kabur karena Tak Betah dengan Majikan

PEWARTA.CO.ID — Peristiwa tragis menimpa dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

Keduanya nekat melompat dari lantai 4 sebuah bangunan kos milik majikan mereka. Akibat kejadian tersebut, satu orang korban berinisial R dilaporkan meninggal dunia.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa aksi nekat itu diduga dilakukan karena kedua korban merasa tidak betah bekerja di tempat tersebut. Mereka disebut mencoba melarikan diri dengan cara melompat dari ketinggian bersama-sama.

“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Roby Heri Saputra, Jumat (24/4/2026).

MASIH TERKAIT!

Kondisi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas dan Satu Patah Tangan

Dugaan perlakuan majikan jadi pemicu

Selain faktor ketidaknyamanan, muncul dugaan bahwa perlakuan majikan turut menjadi alasan di balik keputusan ekstrem tersebut. Informasi ini diperoleh dari keterangan saksi lain yang mengetahui kondisi para korban selama bekerja.

Roby menyebutkan bahwa ada indikasi majikan bersikap keras terhadap para pekerja rumah tangga tersebut. Namun, belum ada keterangan yang mengarah pada tindakan kekerasan fisik secara langsung.

“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya. Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak," ujar dia.

SIMAK JUGA!

Polisi Akan Periksa Agen Penyalur 2 PRT yang Loncat dari Kos Majikan di Benhil

Polisi dalami kronologi kejadian

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologi lengkap serta motif pasti di balik kejadian ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk memperjelas situasi yang dialami korban sebelum insiden terjadi.

Diketahui, peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, di sebuah bangunan kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Polisi juga masih mengumpulkan berbagai bukti guna mengungkap fakta secara menyeluruh.

Advertisement
Advertisement
Advertisement