Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Desain Gedung DPR-MPR di IKN Sudah Disetujui Prabowo, Pembangunan Ditarget Rampung 2027

Desain Gedung DPR-MPR di IKN Sudah Disetujui Prabowo, Pembangunan Ditarget Rampung 2027
Rancangan desain gedung DPR-MPR di IKN. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui desain pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2027 sebagai bagian dari penguatan fungsi IKN sebagai pusat pemerintahan Indonesia.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa persetujuan desain ini menjadi tonggak penting dalam proses pembangunan ibu kota baru, khususnya dalam menegaskan peran Nusantara sebagai pusat politik nasional.

“Bapak Presiden telah menandatangani desain tersebut pekan lalu. Target penyelesaian kawasan legislatif dan yudikatif adalah pada tahun 2027, dan paling lambat semester I tahun 2028,” ujar Basuki dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Proyek telah berjalan sejak 2025

Basuki menjelaskan, pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di IKN sebenarnya sudah memasuki tahap kontrak sejak akhir 2025. Namun, pada awal 2026 dilakukan sejumlah penyesuaian desain mengikuti arahan Presiden Prabowo guna menyempurnakan konsep yang telah dirancang sebelumnya.

Dalam proses perancangannya, tim juga melakukan studi banding ke sejumlah negara, seperti Turki, India, dan Mesir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kawasan yang dibangun tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai representatif dan mencerminkan identitas bangsa Indonesia.

Menurut Basuki, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada filosofi bangunan yang akan berdiri di kawasan tersebut. Ia menekankan pentingnya karakter desain yang mencerminkan ketegasan dan kewibawaan lembaga negara.

“Presiden menekankan bahwa filosofi bangunan harus tegas, lurus, dan berwibawa, karena dari kawasan inilah akan dihasilkan keputusan-keputusan besar negara,” ujarnya.

Dinilai megah dan mencerminkan identitas nasional

Sementara itu, Ketua MPR Ahmad Muzani turut memberikan pandangannya usai melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan kawasan legislatif di IKN.

Ia menilai desain yang telah disetujui Presiden tidak hanya menonjolkan aspek kemegahan, tetapi juga kenyamanan bagi para pejabat negara yang akan beraktivitas di dalamnya.

“Untuk calon pembangunan Gedung MPR, DPR dan DPD sangat bagus, konturnya sangat tinggi berada di sebelah kiri Istana. Lebih tinggi dari pada rata-rata gedung pemerintahan yang ada. Gedung ini akan terasa megah dan terasa Keindonesiaan yang kokoh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muzani juga mengapresiasi perkembangan pembangunan IKN yang dinilai berjalan cepat dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyoroti perubahan signifikan dari tahap perencanaan menuju realisasi fisik yang kini sudah dapat disaksikan secara langsung.

“Di sini semua perencanaan yang matang, bagus. Kami menyaksikan bagaimana yang dulu cuma perencanaan tapi sekarang sudah jadi, termasuk bandara, Istana Wakil Presiden, Masjid Negara. Sekarang sudah kita bisa saksikan kemegahannya dan dapat dinikmati,” tambahnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement