Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Fakta Baru Kasus Kemnaker: Noel Disebut Minta Moge Ducati Rp600 Juta

Fakta Baru Kasus Kemnaker: Noel Disebut Minta Moge Ducati Rp600 Juta
Fakta Baru Kasus Kemnaker: Noel Disebut Minta Moge Ducati Rp600 Juta

PEWARTA.CO.ID — Fakta baru terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Salah satu saksi, Irvian Bobby Mahendro, mengungkap adanya permintaan motor gede (moge) dari eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel.

Pengakuan tersebut disampaikan Bobby dalam persidangan yang digelar pada Senin (20/4/2026). Dalam perkara ini, Bobby sendiri tercatat sebagai salah satu dari 11 terdakwa.

Awal mula permintaan motor Ducati

Dalam kesaksiannya, Bobby menjelaskan bahwa permintaan tersebut bermula dari percakapan santai pada Desember 2024. Saat itu, Noel menanyakan soal ketertarikan Bobby terhadap dunia otomotif, khususnya motor.

"Saudara sebelum dipindahkan itu, ada enggak permintaan yang dilakukan oleh terdakwa Imanuel ini kepada saudara, minta satu unit motor Ducati?" tanya Jaksa.

"Ada," jawab Bobby mengamini.

Bobby kemudian menceritakan percakapan awal mereka yang mengarah pada pembahasan motor Ducati.

"Pada saat itu yang bersangkutan menanyakan ke saya, 'Dek, kamu main motor ya?' bilang gitu.

Kemudian saya bilang, 'Iya, Bang'. 'Motor apa?' 'Motor Ducati, Bang', 'Kira-kira motor Ducati yang cocok untuk saya apa ya?'," kata Bobby menirukan percakapan dengan Noel saat itu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bobby merekomendasikan salah satu tipe motor Ducati.

"Mungkin Ducati Scrambler cocok buat Abang," sambung Bobby.

Respons Noel dan kelanjutan pembelian

Bobby mengungkapkan bahwa saat itu Noel belum familiar dengan model motor yang dimaksud. Ia pun menunjukkan gambar motor tersebut melalui ponselnya.

"Kemudian yang bersangkutan menyampaikan, 'Boleh juga itu. Boleh juga tuh', bilang gitu," ujar Bobby.

Respons tersebut membuat Bobby terkejut, karena ia tidak menyangka pembicaraan santai itu berujung pada permintaan serius. Tak lama setelahnya, Noel kembali menanyakan progres pembelian motor tersebut.

"'Gimana kamu, motor gimana?" gitu. 'Siap, Bang', saya bilang, 'Siap Bang, segera, dalam proses,' saya bilang begitu," kata Bobby.

Transaksi dan pengiriman motor

Bobby menjelaskan bahwa realisasi pembelian moge tersebut terjadi sekitar Januari hingga Februari 2025. Ia melakukan transaksi di sebuah diler Ducati yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Setelah pembelian, motor tersebut sempat berada di rumah Bobby selama dua hari sebelum akhirnya dikirim ke kediaman Noel di Depok.

Dalam persidangan, jaksa juga menanyakan nilai pembelian motor tersebut.

"Di harga berapa saudara beli motor itu?," tanya Jaksa.

"Seingat saya sekitar Rp600 jutaan," jawab Bobby.

Pengungkapan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian sidang kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi K3 di Kemnaker. Kasus ini menyeret sejumlah nama pejabat dan pihak terkait, termasuk Bobby yang kini duduk sebagai terdakwa.

Keterangan yang disampaikan di persidangan diharapkan dapat memperjelas alur perkara, termasuk dugaan adanya gratifikasi atau penyalahgunaan wewenang dalam lingkup kementerian tersebut.

Advertisement
Advertisement
Advertisement