Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Harga BBM Nonsubsidi April 2026 Masih Dikaji, Bahlil: Tunggu Keputusan Pemerintah

Harga BBM Nonsubsidi April 2026 Masih Dikaji, Bahlil: Tunggu Keputusan Pemerintah
Harga BBM Nonsubsidi April 2026 Masih Dikaji, Bahlil: Tunggu Keputusan Pemerintah

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah hingga kini belum menetapkan keputusan terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk April 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa proses kajian masih berlangsung meski harga minyak dunia tengah mengalami kenaikan signifikan.

Diketahui, harga minyak global saat ini telah menyentuh angka USD100 per barel. Kondisi tersebut biasanya menjadi salah satu faktor utama dalam penyesuaian harga BBM di dalam negeri. Namun, pemerintah masih melakukan perhitungan matang sebelum mengambil keputusan.

Proses kajian masih berjalan

Bahlil mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi telah dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk pengelola SPBU swasta. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesepakatan final yang dihasilkan.

"Nanti kita akan menjelaskan di saat sudah melakukan penyelesaian, exercise ya. Exercise sedikit lagi," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kapan keputusan tersebut akan diumumkan, Bahlil belum dapat memberikan kepastian. Ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil akhir dari proses yang sedang berjalan.

"Ya tunggu ya," singkatnya.

Respons soal harga BBM yang belum naik

Dalam kesempatan terpisah, Bahlil juga menanggapi munculnya pertanyaan publik terkait belum naiknya harga BBM, meskipun harga minyak dunia meningkat. Ia mengaku heran dengan adanya kritik tersebut.

"Ada orang mempertanyakan kenapa harga BBM tidak naik. Saya kadang bingung juga, ini sesama orang pintar begitu. Kalau BBM naik protes, BBM tidak naik protes juga. Ini cocok hidup di alam mana, jadi bingung saya," kata Bahlil.

Menurutnya, kondisi fiskal negara saat ini masih cukup kuat untuk menahan dampak kenaikan harga minyak dunia, sehingga belum ada urgensi untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat.

PNBP migas dinilai masih mampu menopang

Bahlil menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia justru memberikan dampak positif terhadap potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya dari sektor minyak dan gas (migas).

Berdasarkan perhitungan sementara, target PNBP migas pada 2026 dengan asumsi harga minyak di angka USD70 per barel diperkirakan mencapai USD10,8 miliar atau setara Rp184 triliun. Namun, jika harga minyak meningkat hingga USD100 per barel, potensi penerimaan tersebut bisa melonjak menjadi USD17,6 miliar atau sekitar Rp300 triliun dengan kurs Rp17.090 per dolar AS.

Dengan peningkatan penerimaan tersebut, pemerintah menilai kondisi anggaran masih cukup aman untuk menjaga stabilitas harga BBM.

"Jadi aman lah, kita tidak membesarkan defisit kok dengan kenaikan harga minyak. Untuk rakyat kecil, Perintah Presiden Prabowo apapun harus kita lakukan untuk kita jaga suasana kebatinan mereka," pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement