Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Lagi Jika Blokade AS Berlanjut
![]() |
| Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Lagi Jika Blokade AS Berlanjut. (Ilustrasi: IDNFinancials) |
PEWARTA.CO.ID — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Teheran melontarkan ancaman serius dengan menyatakan siap menutup kembali Selat Hormuz apabila kebijakan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tidak dihentikan oleh Washington.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan akses di Selat Hormuz sangat bergantung pada sikap Amerika Serikat terhadap negaranya.
“Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka,” tulis Ketua Parlemen dan negosiator utama Mohammad Bagher Ghalibaf di X, dilansir melansir The Times of Israel, Sabtu (18/4/2026).
Akses Selat Hormuz bergantung pada Iran
Ghalibaf menegaskan bahwa jalur strategis tersebut tidak akan bisa diakses secara bebas jika tekanan terhadap Iran terus berlangsung. Menurutnya, akses pelayaran di kawasan itu sepenuhnya berada di bawah kendali Iran dan akan ditentukan berdasarkan kebijakan negaranya.
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai tidak akurat terkait situasi konflik dan negosiasi dengan Iran. Dalam kritiknya, Ghalibaf menyebut Trump telah membuat sejumlah klaim yang dianggap tidak sesuai fakta.
“AS “tidak memenangkan perang dengan kebohongan-kebohongan ini, dan mereka tentu tidak akan mendapatkan apa pun dalam negosiasi,” kata Ghalibaf.
Bantahan Iran soal klaim Amerika Serikat
Lebih lanjut, Ghalibaf turut mengutip pernyataan resmi dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang membantah klaim-klaim yang disampaikan oleh pihak Amerika Serikat. Bantahan tersebut mencakup berbagai isu, termasuk soal program nuklir Iran.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan memindahkan uranium yang telah diperkaya ke negara mana pun dalam kondisi apa pun. Pernyataan ini sekaligus menepis klaim bahwa Teheran telah menyetujui penyerahan stok uranium sebagai bagian dari kesepakatan.
“Meskipun Trump mengklaim tidak ada poin yang menjadi kendala dengan Iran terkait kesepakatan dan bahwa Teheran telah setuju untuk menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya,” pungkasnya.
