Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

KKB Yahukimo Tembak Dua Warga Sipil di Dekai, Pelaku Masih Diburu

KKB Yahukimo Tembak Dua Warga Sipil di Dekai, Pelaku Masih Diburu
KKB Yahukimo Tembak Dua Warga Sipil di Dekai, Pelaku Masih Diburu

PEWARTA.CO.ID — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga berasal dari Kodap XVI Yahukimo kembali melakukan aksi kekerasan di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dua warga sipil dilaporkan menjadi korban penembakan dalam insiden yang terjadi pada Selasa, 28 April 2026.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 11.22 WIT di Jalan Jenderal Sudirman, Dekai. Aksi penembakan tersebut menimbulkan kepanikan warga karena terjadi di area yang cukup ramai dilalui masyarakat.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa kedua korban saat itu sedang melintas dari arah perempatan menuju mess karyawan di Kompleks PJPR. Namun, di tengah perjalanan mereka diduga dibuntuti oleh pelaku sebelum akhirnya ditembak.

"Dalam kejadian ini, dua orang warga sipil menjadi korban, masing-masing berinisial AA (26) dan NM (36)," kata Faizal, Rabu (29/4/2026).

Akibat serangan tersebut, kedua korban mengalami luka tembak di bagian lengan dan paha. Keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Dekai guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Selain menyebabkan korban luka, aksi penembakan itu juga mengakibatkan kendaraan roda empat yang digunakan korban mengalami kerusakan akibat terkena tembakan.

Hingga kini, aparat keamanan masih memburu dua pelaku yang disebut melarikan diri menggunakan sepeda motor usai melakukan aksi tersebut.

Penyelidikan terus dilakukan

Faizal menyampaikan bahwa aparat gabungan dari Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk di lapangan.

Menurutnya, penyelidikan masih terus berlangsung guna mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif di balik penyerangan terhadap warga sipil tersebut.

“Petugas telah bergerak cepat melakukan olah TKP, mencari petunjuk dan alat bukti di lapangan, serta melakukan pengejaran terhadap pelaku. Penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan pelaku segera terungkap dan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” paparnya.

Ia menambahkan, pola serangan yang digunakan pelaku diduga berupa aksi cepat terhadap masyarakat yang sedang melintas. Cara tersebut dinilai berpotensi memicu rasa takut dan mengganggu situasi keamanan di tengah masyarakat Yahukimo.

“Ini merupakan tindakan kekerasan serius yang menyasar warga sipil secara tiba-tiba. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga setiap bentuk kekerasan akan kami respons secara cepat, terukur, dan profesional,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement