Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Komdigi Tunda Sistem Rating IGRS Usai Dugaan Kebocoran Data Game

Komdigi Tunda Sistem Rating IGRS Usai Dugaan Kebocoran Data Game
Komdigi Tunda Sistem Rating IGRS Usai Dugaan Kebocoran Data Game

PEWARTA.CO.ID — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutuskan untuk menghentikan sementara implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS).

Kebijakan ini diambil setelah muncul dugaan kebocoran data pada game yang belum dirilis, serta adanya evaluasi terhadap pelaksanaan sistem yang dinilai belum berjalan optimal.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan membentuk tim khusus untuk menyelidiki permasalahan tersebut secara menyeluruh.

“Kami sudah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi masalah ini secara menyeluruh,” ujar Sonny dikutip, Sabtu (18/4/2026).

Investigasi menyeluruh dan libatkan industri

Sonny menjelaskan, proses investigasi tidak hanya berfokus pada aspek teknis sistem, tetapi juga mencakup tata kelola yang ada dalam penerapan IGRS.

Komdigi turut melibatkan berbagai pihak, termasuk asosiasi dan pelaku industri game, guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

Selain itu, pemerintah juga membuka ruang dialog agar kebijakan yang dihasilkan nantinya tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga realistis untuk diterapkan di lapangan.

Lebih lanjut, Sonny menegaskan bahwa IGRS sejak awal dirancang untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sistem ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam klasifikasi konten game, terutama untuk melindungi pengguna, khususnya anak-anak, sekaligus mendukung pertumbuhan industri game nasional.

“Saya ingin menegaskan kembali, IGRS ini kita bangun murni demi kepentingan publik,” imbuhnya.

Penundaan sementara proses rating

Sebagai bagian dari proses evaluasi yang tengah berlangsung, Komdigi akhirnya memutuskan untuk menunda sementara seluruh proses penilaian dalam sistem IGRS.

Langkah ini diambil agar ke depan sistem tersebut dapat berjalan lebih kuat, kredibel, serta mendapat kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Sambil menunggu semua proses investigasi dan evaluasi selesai, kami memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan. Saya tegaskan sekali lagi, penundaan ini sifatnya hanya sementara,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement