Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Korban Tewas Ledakan SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 5 Orang

Korban Tewas Ledakan SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 5 Orang
Korban Tewas Ledakan SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 5 Orang

PEWARTA.CO.ID — Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali bertambah. Hingga kini, total korban jiwa dalam insiden tersebut tercatat mencapai lima orang.

Kabar duka terbaru ini dibenarkan oleh Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi. Ia mengungkapkan bahwa satu korban tambahan bernama Kosasih (65), yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit, akhirnya meninggal dunia.

“Benar korban meninggal bertambah atas nama Kosasih” kata Nachrowi, Kamis (16/4/2026).

Korban meninggal dunia bertambah

Kosasih diketahui mengembuskan napas terakhir setelah mengalami luka bakar serius akibat ledakan. Ia merupakan ayah dari dua korban lainnya, yakni Aulia Putri dan Sapta Prihantono, yang telah lebih dulu meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Dengan demikian, tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa secara individu, tetapi juga menimpa satu keluarga yang kehilangan tiga anggota sekaligus.

Selain Kosasih dan kedua anaknya, korban meninggal lainnya adalah dua petugas keamanan SPBE Cimuning. Mereka adalah Suyadi (62) yang wafat pada Minggu (5/4/2026), serta Jaimun (61) yang meninggal sehari setelahnya, Senin (6/4/2026).

Dampak luas bagi warga sekitar

Tak hanya menimbulkan korban jiwa, kebakaran hebat yang terjadi di area SPBE tersebut juga memberikan dampak besar bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi, sedikitnya 39 kepala keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut.

Warga yang terdampak tidak hanya berasal dari wilayah Kota Bekasi, tetapi juga dari daerah lain di sekitarnya yang berada dalam radius kejadian.

Kronologi kejadian

Peristiwa ledakan dan kebakaran ini terjadi pada malam hari, tepatnya pada 1 April 2026. Lokasi kejadian berada di fasilitas SPBE milik PT Indogas Andalan Kita di kawasan Cimuning.

Api yang muncul akibat ledakan dengan cepat membesar dan menyebabkan kerusakan signifikan pada lingkungan sekitar, termasuk bangunan dan fasilitas warga.

Insiden ini menjadi perhatian serius karena dampaknya yang luas, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material yang ditimbulkan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement