Mikutopia Kota Batu Viral! Diserbu Ribuan Wisatawan, 95 Persen Warga Lokal Ikut Sejahtera
![]() |
| Mikutopia Kota Batu viral! Diserbu ribuan wisatawan, 95 persen warga lokal ikut sejahtera. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Destinasi wisata baru di Kota Batu, Mikutopia, tengah viral dan menjadi sorotan publik.
Berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, tempat wisata ini sukses menyedot ribuan pengunjung meski belum lama beroperasi.
Dibangun di atas Tanah Kas Desa (TKD) seluas sekitar tujuh hektare, Mikutopia tidak hanya menghadirkan daya tarik wisata baru, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Lonjakan kunjungan wisatawan terlihat jelas dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan, pada momen akhir pekan panjang, jumlah pengunjung meningkat drastis hingga ribuan orang per hari.
Humas Mikutopia, Brian Kenendra, menyebut daya tarik utama saat ini masih didominasi oleh konsep bangunan unik dan taman bunga berwarna-warni.
”Untuk kunjungan long weekend, peningkatan sangat luar biasa. Saat ini magnet utamanya masih bangunan bertema unik dan taman bunga warna-warni. Per hari, pengunjung bisa tembus di angka 3.000 hingga 4.000 orang,” ujar Brian, Minggu (5/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak manajemen tengah menyiapkan wahana baru untuk semakin meningkatkan daya tarik wisata tersebut.
“Saat ini progres wahana baru sudah mencapai 80 persen dan akan segera kami launching untuk menambah daya tarik,” imbuhnya
Dampak ekonomi bagi warga lokal
Kehadiran Mikutopia membawa efek domino bagi sektor ekonomi di sekitarnya.
Meningkatnya jumlah wisatawan membuat tingkat hunian hotel, homestay, hingga vila di kawasan sekitar ikut terdongkrak.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar, menjelaskan bahwa geliat wisata ini secara langsung menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
”Makin banyak wisatawan, maka penginapan seperti hotel, homestay, hingga vila di sekitar sini ikut penuh. Ini secara otomatis mendongkrak ekonomi warga dengan UMKM-nya,” jelas Panji.
Tak hanya itu, pihak manajemen juga berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal.
Sebanyak 95 persen tenaga kerja di Mikutopia berasal dari warga Desa Tulungrejo.
Selain membuka lapangan pekerjaan, pengelola juga menggandeng BUMDes setempat untuk memasarkan produk-produk lokal.
Salah satu warga yang kini bekerja di Mikutopia, Fendi Romadon, mengaku merasakan langsung manfaatnya.
“Kami sangat berterima kasih. Dengan adanya tempat ini, warga di sini punya pekerjaan dan angka pengangguran berkurang,” ungkapnya.
Klarifikasi isu banjir
Di tengah popularitasnya, Mikutopia sempat dikaitkan dengan isu banjir di wilayah sekitar.
Namun, pihak manajemen menegaskan bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh faktor alam, bukan keberadaan wisata.
Brian Kenendra menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem di wilayah hulu menjadi penyebab utama banjir yang terjadi.
”Pada hari kejadian, intensitas hujan memang di atas ambang batas normal. Desa-desa di atas kami juga mengalami banjir dan longsor. Jadi, ini lebih ke faktor alam dan kondisi di hulu yang berdampak ke hilir,” tegas Brian.
Pengalaman wisatawan
Antusiasme pengunjung juga terlihat dari pengalaman langsung wisatawan.
Salah satunya Blasius Suratno, wisatawan asal Surabaya, yang mengaku puas dengan keindahan Mikutopia.
Meski sempat menghadapi kemacetan menuju lokasi, ia menilai pengalaman yang didapat sepadan dengan usaha yang dilakukan.
”Luar biasa, tempatnya sangat bagus, serasa di negeri dongeng yang nyata. Lelah terjebak macet terbayar tuntas. Saya harap ke depan ada inovasi seperti live music atau event fotografi, karena tempat ini sangat instagramable,” ujarnya.



