Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Pasca Pertemuan Prabowo-Putin, Rusia Siap Investasi Infrastruktur Energi di Indonesia

Pasca Pertemuan Prabowo-Putin, Rusia Siap Investasi Infrastruktur Energi di Indonesia
Pasca Pertemuan Prabowo-Putin, Rusia Siap Investasi Infrastruktur Energi di Indonesia

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama investasi jangka panjang dengan Rusia di sektor energi. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup suplai energi, tetapi juga investasi strategis dalam pembangunan infrastruktur energi nasional.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berlangsung di Moskow pada Senin (13/4/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Rusia menunjukkan kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur penting di sektor energi Indonesia.

“Dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting, dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” ujar Menteri ESDM, dikutip Jumat (17/4/2026).

Pembahasan investasi kilang dan storage masih berjalan

Selain komitmen pembangunan infrastruktur, pemerintah juga tengah mematangkan skema investasi yang akan digarap bersama. Fokus utama saat ini mencakup proyek kilang minyak dan fasilitas penyimpanan (storage) yang memiliki nilai strategis tinggi bagi ketahanan energi nasional.

Meski sejumlah investasi disebut sudah siap masuk, proses finalisasi masih memerlukan pembahasan lanjutan antara kedua pihak.

“Memang ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage,” ungkapnya.

Skema kerja sama jangka panjang

Bahlil menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang untuk jangka panjang, dengan melibatkan berbagai skema kolaborasi. Model yang digunakan mencakup kerja sama antar pemerintah (government to government/G2G) maupun antar pelaku usaha (business to business/B2B).

“Kerja sama ini dilakukan dalam waktu jangka panjang ya. Jadi karena waktu kerja sama jangka panjang, jadi kita melakukan baik G2G maupun B2B. Menyangkut dengan storage merupakan bagian daripada kesepakatan yang kemarin kita lakukan,” lanjutnya.

Strategi diversifikasi energi nasional

Kerja sama dengan Rusia menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendiversifikasi sumber energi dan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Dengan membuka peluang investasi dari berbagai negara, Indonesia berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan sektor energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia, termasuk dalam sektor ekonomi dan investasi.

“Pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif, dan dalam politik bebas aktif itu juga ada ekonomi bebas aktif. Jadi kita boleh belanja di mana saja, selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita melakukan ajak kerja sama,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement