Prabowo Hadiri Munas XVI IPSI di JCC, Bahas Strategi Pencak Silat Menuju Olimpiade
![]() |
| Prabowo Hadiri Munas XVI IPSI di JCC, Bahas Strategi Pencak Silat Menuju Olimpiade |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Selain menjabat sebagai kepala negara, Prabowo juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar IPSI. Kehadirannya dalam forum tersebut menjadi sorotan, terlebih dengan busana yang dikenakannya. Ia tampil mengenakan beskap Melayu berwarna hitam, dipadukan dengan kain songket emas serta peci hitam.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Setibanya di arena acara, rangkaian kegiatan langsung dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan Mars Patriot Olahraga serta Mars Ikatan Pencak Silat Indonesia.
Kehadiran pejabat dan pimpinan TNI-Polri
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam Munas ini. Di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Selain itu, tampak pula Menteri Riset, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Dari unsur aparat keamanan, hadir Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak. Mereka terlihat mengenakan pakaian khas pencak silat, menambah nuansa kental budaya dalam forum tersebut.
Pencak silat menuju panggung dunia
Munas XVI IPSI tahun ini mengangkat tema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”. Tema tersebut mencerminkan tekad untuk mendorong pencak silat agar dapat diakui secara lebih luas di kancah internasional, termasuk masuk dalam ajang Olimpiade.
Dalam forum tersebut, berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan organisasi hingga peningkatan kualitas atlet agar mampu bersaing secara global.
Ketua Harian PB IPSI Benny Sumarsono menegaskan pentingnya Munas sebagai ajang konsolidasi nasional bagi seluruh elemen pencak silat di Indonesia.
“Munas ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional untuk membawa pencak silat semakin maju dan berdaya saing global,” ujarnya.
Momentum penting pengembangan pencak silat
Munas XVI IPSI 2026 dinilai menjadi titik krusial dalam merumuskan arah masa depan pencak silat. Tidak hanya sebagai olahraga prestasi, pencak silat juga dipandang sebagai warisan budaya bangsa yang memiliki nilai historis dan identitas kuat di mata dunia.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan mampu menyusun strategi yang terintegrasi untuk mengangkat pencak silat ke level yang lebih tinggi, baik dari sisi prestasi olahraga maupun diplomasi budaya internasional.
