Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi
![]() |
| Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto turun langsung menjenguk korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Kunjungan tersebut berlangsung di RSUD Kota Bekasi, tempat sejumlah korban mendapatkan perawatan intensif.
Dalam dokumentasi yang dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, terlihat Presiden berdialog langsung dengan para korban serta memastikan kondisi mereka. Kehadiran kepala negara menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap insiden tragis tersebut.
Presiden sampaikan duka dan perintahkan investigasi
Dalam keterangannya usai menjenguk korban, Prabowo mengaku terkejut atas kecelakaan yang terjadi. Ia juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
“Tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah,” kata Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, ia menegaskan telah menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap penyebab tabrakan tersebut.
“Kita segera adakan investigasi, kejadiannya bagaimana,” ujar beliau.
Didampingi pejabat terkait
Dalam kunjungan tersebut, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat penting, antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan koordinasi lintas instansi dalam menangani dampak kecelakaan, termasuk proses evakuasi dan penanganan korban.
Data korban dan proses evakuasi
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut mengakibatkan korban jiwa yang cukup besar. Tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Selain itu, 84 orang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan. Sementara itu, tiga korban dilaporkan masih terjebak di dalam rangkaian kereta saat proses evakuasi berlangsung.
Bobby menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan cukup lama, yakni hingga delapan jam. Hal tersebut dilakukan demi memastikan keselamatan tim penyelamat maupun korban.
"Dan kita lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali. Nanti Kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi dari korban."
Penanganan masih berlangsung
Hingga saat ini, proses penanganan kecelakaan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah menegaskan akan mengusut tuntas penyebab insiden untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Peristiwa tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius dalam beberapa waktu terakhir, dengan dampak besar terhadap keselamatan penumpang serta operasional transportasi publik.
