Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Prabowo Target Bangun 30-40 Proyek Hilirisasi Baru di Indonesia pada 2026

Prabowo Target Bangun 30-40 Proyek Hilirisasi Baru di Indonesia pada 2026
Prabowo Target Bangun 30-40 Proyek Hilirisasi Baru di Indonesia pada 2026

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan proyek hilirisasi di puluhan titik baru di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat industrialisasi nasional berbasis sumber daya alam.

Dalam agenda groundbreaking hilirisasi tahap kedua di Cilacap, Rabu (29/4/2026), Prabowo menyebut pemerintah berencana membangun sekitar 30 hingga 40 proyek hilirisasi berskala besar tahun depan.

"Saat ini sudah ada sekitar 2026 titik ya, kita mungkin tambah lagi di beberapa titik. Tahun ini mungkin kita (bangun) 30-40 proyek besar (hilirisasi)," ujarnya.

Menurut Prabowo, percepatan program hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas unggulan Indonesia. Pemerintah ingin sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah lebih lanjut di dalam negeri agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Program tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari mineral seperti nikel dan bauksit hingga sektor energi dan pertanian. Dengan pengolahan di dalam negeri, pemerintah berharap keuntungan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.

"Kita tidak mau sekedar jual bahan baku, kita tidak mau hanya Menjual buah kelapa kita mau olah turunan-turunan nya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama petani-petani Indonesia nelayan-nelayan Indonesia buruh-buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak," sambungnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa proyek hilirisasi bukan hanya sekadar pembangunan kawasan industri, melainkan bagian dari upaya besar menuju kebangkitan ekonomi nasional yang membutuhkan kesinambungan jangka panjang.

Pemerintah optimistis ekspansi proyek hilirisasi akan membawa dampak positif terhadap perekonomian nasional, termasuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Selain itu, bertambahnya proyek industri pengolahan diperkirakan akan memicu pertumbuhan sektor pendukung lain, mulai dari logistik, infrastruktur, hingga kebutuhan tenaga kerja terampil.

Di akhir pernyataannya, Prabowo menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar proyek-proyek hilirisasi tetap efisien dan memberikan keuntungan maksimal bagi negara.

"Kalau ada teknologi yang lebih efisien dan lebih menguntungkan, kita harus berani mengubah rencana," pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement