Siaran Terakhir Radio RWS Kediri Diwarnai Isak Tangis Penyiar dan Pendengar
![]() |
| Siaran terakhir RWS Kediri. (Foto: Dok. Kediripedia) |
PEWARTA.CO.ID — Momen penuh haru menyelimuti siaran terakhir Radio Wijang Songko (RWS) Kediri pada Selasa, 31 Maret 2026.
Suara penyiar Anggi Pramesti mendadak bergetar saat menyampaikan salam perpisahan kepada para pendengar setia.
Ucapannya sempat terhenti, napasnya tersengal, hingga akhirnya tak kuasa menahan tangis di balik mikrofon.
Dalam siaran pamungkas tersebut, Anggi yang ditemani rekannya, Lik Doel, berulang kali menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih kepada para pendengar yang selama ini setia menemani perjalanan RWS.
SIMAK JUGA!
Tak lama setelah siaran terakhir berakhir, suasana di kantor Radio Wijang Songko yang berlokasi di Jalan Kilisuci, Kota Kediri, berubah menjadi lautan haru.
Para pendengar datang silih berganti untuk berpamitan secara langsung. Mereka membawa bunga hingga makanan sebagai bentuk apresiasi dan kenangan terakhir bersama para penyiar.
Tangis pun pecah di lokasi yang biasanya dipenuhi canda tawa. Momen perpisahan ini menjadi bukti kedekatan emosional antara radio dan pendengarnya yang telah terjalin selama puluhan tahun.
MASIH TERKAIT!
Radio RWS FM Kediri Berhenti Siaran per 1 April 2026 Setelah 58 Tahun Mengudara
Keputusan berhenti mengudara
Kepala Studio RWS, Lindawati, membenarkan bahwa hari tersebut menjadi siaran terakhir Radio Wijang Songko. Ia menyebutkan bahwa mulai 1 April 2026, stasiun radio tersebut tidak lagi mengudara.
“Benar, hari ini kita pamit. Mulai tanggal 1 April besok RWS sudah tidak mengudara,” kata Lindawati, Kepala Studio RWS dikutip dari Kediripedia.
Meski demikian, Linda mengaku belum dapat memastikan apakah penghentian siaran ini bersifat sementara atau permanen.
Ia menjelaskan bahwa seluruh program siaran pada hari terakhir akan ditutup tepat pukul 00.00 WIB, sebelum frekuensi 99.00 MHz resmi berhenti beroperasi tepat pada 1 April 2026.
RELEVAN DIBACA!
Radio Wijang Songko Tutup Operasional, Pendengar Berbondong Datangi Studio Jelang Off Air
Alasan RWS berhenti beroperasi
Penutupan Radio Wijang Songko tak lepas dari keputusan pemilik perusahaan, Pitter Utomo, yang memilih pensiun dari dunia media.
Di usia yang telah menginjak 83 tahun, ia memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya setelah bertahun-tahun membangun dan mengelola stasiun radio.
Selama perjalanan kariernya, Pitter Utomo tidak hanya mengembangkan RWS, tetapi juga mendirikan Suara Kediri FM yang hingga kini masih tetap mengudara.
Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor utama berhentinya operasional Radio Wijang Songko, yang selama ini dikenal sebagai salah satu radio legendaris di Kota Kediri.
MENARIK JUGA DIBACA!
Penyebab RWS Kediri Berhenti Siaran Mulai 1 April 2026, Ini Alasannya!
Ucapan terima kasih untuk pendengar
Koordinator siaran RWS, Asti Wibowo, turut menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada masyarakat Kediri yang telah memberikan dukungan selama ini. Ia berharap, meskipun saat ini harus berhenti, RWS bisa kembali hadir di masa mendatang.
"Untuk warga Kediri kita banyak-banyak mengucapkan terima kasih untuk kerjasamanya selama ini dan semoga bisa jumpa lagi dengan pendengar-pendengar kita yang selalu setia mendengar Radio Wijang Songko,” ucap Asti.
JANGAN LEWATKAN!
Perjalanan panjang sejak 1968
Radio Wijang Songko telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kediri sejak pertama kali mengudara pada tahun 1968.
Dengan slogan “Radio Terpercaya di Kota Kediri”, RWS menghadirkan berbagai program menarik, mulai dari hiburan, dialog interaktif, hingga talkshow informatif
Selain itu, siaran musik yang beragam seperti pop Indonesia, dangdut, hingga campursari turut menjadi ciri khas yang melekat di hati pendengarnya.
MUNGKIN ANDA CARI!
Profil Pitter Utomo, Pemilik Radio Wijang Songko yang Berhenti Siaran 1 April 2026
Kehadiran RWS selama lebih dari lima dekade menjadikannya bukan sekadar media hiburan, tetapi juga sahabat setia bagi warga Kediri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kini, perjalanan panjang tersebut harus berakhir. Setelah lebih dari 58 tahun mengudara, Radio Wijang Songko resmi menghentikan siarannya pada 1 April 2026.
Frekuensi 99.00 MHz yang selama ini dipenuhi suara penyiar dan musik, akan berubah menjadi senyap, meninggalkan kenangan mendalam bagi para pendengarnya.
MUNGKIN ANDA SUKAI!
