84 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Sudah Pulang, 17 Masih Dirawat di RS
![]() |
| Proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4). (Foto: Dok. Kompas) |
PEWARTA.CO.ID — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan perkembangan terbaru terkait penanganan korban kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Hingga awal Mei 2026, sebagian besar korban disebut telah kembali ke rumah masing-masing.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan sebanyak 84 korban kecelakaan telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis. Sementara itu, 17 korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Per Senin (4/5), sebanyak 84 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit,” kata VP Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangannya Selasa (5/5/2026).
Anne menegaskan pihak KAI terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban yang masih dirawat guna memastikan seluruh kebutuhan medis terpenuhi dengan baik.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Mekanisme klaim pengobatan
KAI juga membuka layanan klaim atau reimbursement bagi para korban yang menjalani pengobatan secara mandiri di luar fasilitas yang disediakan perusahaan.
Untuk mengajukan klaim tersebut, pelanggan diminta melengkapi sejumlah dokumen, mulai dari bukti perjalanan, identitas diri, kuitansi beserta rincian biaya pengobatan, resume medis, hingga salinan rekening bank.
Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, proses pengajuan akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi. KAI menyebut proses penyelesaian klaim diperkirakan memerlukan waktu maksimal 21 hari kerja.
Puluhan barang korban telah ditemukan
Selain fokus pada penanganan korban, KAI juga melakukan pendataan terhadap barang milik penumpang yang tertinggal pasca kecelakaan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 115 barang milik penumpang berhasil ditemukan. Dari jumlah tersebut, 61 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sedangkan 54 barang lainnya masih berada di posko layanan kehilangan dan belum diambil.
Seluruh barang penumpang kini diamankan melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. KAI mengimbau keluarga maupun kerabat korban yang merasa kehilangan barang agar segera mendatangi posko untuk melakukan verifikasi sebelum pengambilan.
“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” tutur Anne.
Kronologi kecelakaan
Insiden kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam ketika KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL di area Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa nahas tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan sekitar 90 orang lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini proses penanganan korban serta pendampingan kepada keluarga masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
