Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Angka Kelahiran Global Turun Drastis, Peneliti Soroti Dampak Smartphone dan Media Sosial

Angka Kelahiran Global Turun Drastis, Peneliti Soroti Dampak Smartphone dan Media Sosial
Angka Kelahiran Global Turun Drastis, Peneliti Soroti Dampak Smartphone dan Media Sosial

PEWARTA.CO.ID — Penurunan angka kelahiran kini menjadi perhatian serius di banyak negara dunia. Sejumlah peneliti mulai menyoroti keterkaitan antara penggunaan smartphone yang semakin masif dengan melemahnya interaksi sosial tatap muka di kalangan generasi muda.

Laporan Financial Times mengungkapkan bahwa tren penurunan kelahiran terjadi di berbagai negara setelah smartphone digunakan secara luas. Temuan tersebut didasarkan pada analisis data populasi serta pencarian Google yang menunjukkan pola serupa di banyak wilayah dunia.

Fenomena ini disebut tidak lagi sekadar dipengaruhi faktor ekonomi atau perubahan gaya hidup konvensional. Para peneliti melihat ada perubahan besar dalam pola hubungan sosial masyarakat sejak era smartphone berkembang pesat.

Penurunan kelahiran terjadi di banyak negara

Financial Times melaporkan penurunan angka kelahiran tercatat di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Brasil, hingga Korea Selatan. Tren serupa juga muncul di berbagai kawasan lain dengan waktu penurunan yang hampir berdekatan setelah penggunaan smartphone meningkat tajam.

Jesus Fernandez-Villaverde, profesor ekonomi dari Universitas Pennsylvania yang meneliti perubahan demografi, menyebut fenomena ini sebagai persoalan besar dunia saat ini.

Ia menggambarkan penurunan angka kelahiran sebagai "pertanyaan besar zaman kita." Menurutnya, banyak persoalan sosial dan ekonomi modern merupakan "dampak lanjutan" dari merosotnya angka kelahiran.

Smartphone disebut mengubah pola interaksi anak muda

Dalam laporan tersebut, Financial Times juga menyoroti penelitian Nathan Hudson dan Hernan Moscoso-Boedo dari Universitas Cincinnati yang mengkaji perubahan angka kelahiran saat jaringan 4G mulai berkembang di Amerika Serikat dan Inggris.

Penelitian itu menyebut smartphone telah mengubah cara anak muda menghabiskan waktu bersama. Interaksi sosial secara langsung dinilai semakin berkurang karena komunikasi lebih banyak dilakukan melalui perangkat digital dan media sosial.

Angka kelahiran remaja serta dewasa muda di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia diketahui relatif stabil pada awal 2000-an. Namun setelah tahun 2007, ketika smartphone mulai diadopsi secara luas, angka tersebut mulai menunjukkan penurunan signifikan.

Indonesia juga masuk dalam tren penurunan

Tidak hanya negara maju, pola serupa juga terjadi di berbagai negara berkembang. Financial Times mencatat Prancis dan Polandia mengalami penurunan angka kelahiran sejak 2009.

Setelah itu, tren serupa muncul di Meksiko, Maroko, dan Indonesia sekitar tahun 2012. Sementara Ghana, Nigeria, dan Senegal mengalami penurunan tajam antara 2013 hingga 2015.

Data tersebut memperlihatkan bahwa perubahan pola kelahiran terjadi hampir di seluruh dunia dengan waktu yang berdekatan dengan meningkatnya penggunaan smartphone.

Populasi Eropa diproyeksikan terus menyusut

Laporan Eurostat yang dirilis bulan lalu juga menunjukkan dampak jangka panjang dari turunnya angka kelahiran di kawasan Eropa.

Populasi Uni Eropa diperkirakan menyusut sekitar 11 persen atau sekitar 53 juta orang dalam 75 tahun mendatang. Jumlah penduduk diproyeksikan mencapai puncak sebanyak 453 juta jiwa pada 2029 sebelum terus turun hingga berada di bawah 400 juta jiwa pada akhir abad ini.

Penurunan tersebut dipicu tingkat kesuburan yang diperkirakan hanya berada di kisaran 1,3 anak per perempuan.

Sejumlah negara mulai mengambil langkah pembatasan

Di tengah kekhawatiran terhadap menurunnya hubungan sosial secara langsung, beberapa negara mulai menerapkan kebijakan tertentu terkait penggunaan ponsel.

Rusia, misalnya, pada tahun 2024 memberlakukan aturan yang melarang siswa menggunakan telepon seluler di sekolah. Pengecualian hanya diberikan dalam kondisi darurat.

Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari upaya membangun kembali interaksi sosial dan komunikasi langsung di lingkungan pendidikan.

mpo555

Advertisement
Advertisement
Advertisement