Apakah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Covid-19 Jilid 2? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
![]() |
| Apakah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Covid-19 Jilid 2? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam |
PEWARTA.CO.ID — Isu mengenai apakah Hantavirus berpotensi menjadi pandemi seperti Covid-19 kembali ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Kekhawatiran ini muncul seiring meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai penyakit zoonosis yang dianggap berisiko menular luas.
Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis penyakit dalam Camoya Gersom memberikan penjelasan melalui akun Threads miliknya @doktercamo. Ia mencoba meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat terkait virus tersebut.
Kekhawatiran masyarakat soal Hantavirus
Dalam unggahannya, dr. Camoya menyoroti langsung keresahan publik yang mengaitkan Hantavirus dengan kemungkinan pandemi baru. Ia menegaskan bahwa virus ini berbeda dengan Covid-19, baik dari sisi karakteristik maupun cara penularannya.
“Lagi rame soal hantavirus. Jadi apakah bahaya? Konspirasi? Bakal kayak COVID jilid 2?” tulisnya.
Menurutnya, Hantavirus bukanlah virus baru yang tiba-tiba muncul, melainkan sudah dikenal dalam dunia medis. Penularannya pun tidak terjadi antar manusia seperti Covid-19, melainkan berasal dari hewan pengerat, khususnya tikus liar.
Virus ini dapat menyebar melalui urin, kotoran, atau debu yang telah terkontaminasi. Risiko paparan biasanya meningkat ketika seseorang membersihkan area tertutup yang sudah lama tidak digunakan, seperti gudang, atau tempat dengan populasi tikus yang tinggi.
Meski kasusnya tergolong jarang, dr. Camoya mengingatkan bahwa Hantavirus tetap perlu diwaspadai karena pada kondisi tertentu dapat menyerang sistem pernapasan. Bahkan, infeksinya bisa berkembang menjadi gangguan paru-paru yang cukup serius.
Langkah pencegahan Hantavirus
Daripada terjebak dalam kepanikan soal potensi pandemi baru, dr. Camoya mengimbau masyarakat untuk lebih fokus pada upaya pencegahan yang sederhana namun efektif.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
- Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang kotor atau berdebu
- Tidak menyapu debu kering secara sembarangan agar partikel tidak beterbangan
- Menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan area rumah bebas dari tikus
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap kondisi tubuh setelah beraktivitas di lingkungan berisiko. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, hingga rasa lemas berat, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
