Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

AS dan Iran Beri Sinyal Damai, 4 Poin Krusial Ini Jadi Fokus Negosiasi Akhiri Perang

AS dan Iran Beri Sinyal Damai, 4 Poin Krusial Ini Jadi Fokus Negosiasi Akhiri Perang
AS dan Iran Beri Sinyal Damai, 4 Poin Krusial Ini Jadi Fokus Negosiasi Akhiri Perang

PEWARTA.CO.ID — Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan tanda-tanda menuju akhir konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu. Perang yang dipicu serangan AS dan Israel ke Teheran itu sebelumnya memicu respons balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutu Washington di kawasan Teluk.

Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang berdampak besar terhadap ekonomi global. Namun kini, kedua negara disebut mulai membuka ruang kompromi lewat pembicaraan intensif yang diklaim menghasilkan perkembangan positif.

Meski begitu, sejumlah isu utama masih menjadi hambatan dalam proses negosiasi. Beberapa poin bahkan diperkirakan baru akan dibahas lebih lanjut setelah tercapainya kesepakatan awal.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut Teheran sedang menyiapkan nota kesepahaman sebagai kerangka awal menuju perjanjian resmi. Kesepakatan final disebut ditargetkan dapat dicapai dalam 30 hingga 60 hari mendatang.

1. Program nuklir Iran masih jadi isu sensitif

Salah satu persoalan paling rumit dalam negosiasi adalah program nuklir Iran. Baghaei menegaskan isu tersebut belum masuk dalam pembahasan kerangka awal dan akan dibicarakan secara terpisah pada tahap lanjutan.

Di sisi lain, pemerintah AS tetap menginginkan adanya komitmen konkret dari Teheran terkait penyerahan stok uranium dengan tingkat pengayaan tinggi.

Media Iran, Fars dan Tasnim, melaporkan bahwa Teheran belum memberikan komitmen apa pun mengenai program nuklirnya. Menurut laporan tersebut, pembahasan detail soal nuklir baru akan dilakukan sekitar 60 hari setelah kesepakatan awal diteken.

Baghaei mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa "pada tahap ini, kami tidak akan membahas detail masalah nuklir. Kami telah memutuskan untuk memprioritaskan masalah mendesak bagi kita semua: mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon."

2. Selat Hormuz jadi titik paling krusial

Pembahasan mengenai Selat Hormuz disebut menjadi salah satu kendala terbesar dalam negosiasi antara Washington dan Teheran.

Iran tetap bersikeras bahwa seluruh kapal yang melintas harus memperoleh izin dari angkatan bersenjatanya. Sementara AS meminta agar jalur tersebut dikembalikan ke kondisi sebelum perang dimulai.

Permintaan Washington itu dikabarkan ditolak keras oleh Iran.

Menurut laporan kantor berita Fars, jika kesepakatan tercapai, Iran kemungkinan tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Sebagai gantinya, blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran diminta dicabut sepenuhnya dalam waktu 30 hari.

3. Iran tuntut pencabutan sanksi

Selain isu keamanan, sanksi ekonomi juga menjadi fokus utama dalam pembicaraan damai ini.

Iran selama ini terus menekan AS agar membebaskan aset-aset mereka yang dibekukan akibat sanksi berkepanjangan.

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran menegaskan tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun jika sebagian aset yang dibekukan tidak dibebaskan sejak tahap awal.

Sementara itu, Fars menyebut draft kesepahaman juga mencakup pencabutan sementara sanksi Amerika Serikat terhadap sektor minyak, gas, dan petrokimia selama masa negosiasi berlangsung.

4. Lebanon ikut masuk dalam pembahasan

Konflik di Lebanon juga ikut menjadi bagian penting dalam pembicaraan damai tersebut. Israel diketahui masih terus melancarkan serangan harian di wilayah Lebanon meski sebelumnya telah ada kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS.

Iran sebelumnya menegaskan bahwa penghentian perang harus berlaku di seluruh kawasan konflik, termasuk Lebanon.

Kelompok Hizbullah bahkan mengungkap bahwa pemimpinnya, Naim Qassem, menerima pesan dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terkait proposal terbaru yang dimediasi Pakistan.

Pesan tersebut disebut menekankan pentingnya memasukkan Lebanon dalam skema gencatan senjata regional yang lebih luas.

Di tengah proses negosiasi yang masih berjalan, perkembangan komunikasi antara AS dan Iran kini menjadi sorotan dunia. Banyak pihak menilai hasil pembicaraan ini akan menentukan stabilitas kawasan Timur Tengah sekaligus memengaruhi kondisi ekonomi global dalam beberapa bulan ke depan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement