Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Banjir Luwu Sulsel Rendam 4 Desa, 95 Rumah dan Sawah Siap Panen Terdampak

Banjir Luwu Sulsel Rendam 4 Desa, 95 Rumah dan Sawah Siap Panen Terdampak
Banjir Luwu Sulsel Rendam 4 Desa, 95 Rumah dan Sawah Siap Panen Terdampak

PEWARTA.CO.ID — Hujan deras yang disertai angin kencang memicu banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Jumat (8/5/2026).

Bencana tersebut merendam empat desa yang berada di dua kecamatan dan berdampak pada permukiman warga hingga lahan pertanian.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah yang terdampak meliputi Desa Rante Belu dan Desa Riwang di Kecamatan Larompong.

Selain itu, banjir juga menerjang Desa Temboe dan Desa Sampano di Kecamatan Larompong Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan banjir menyebabkan puluhan rumah warga terendam. Tidak hanya itu, sawah yang siap dipanen serta akses jalan utama juga ikut terdampak.

“BPBD Kabupaten Luwu mencatat sebanyak 95 unit rumah, 10 hektare lahan sawah siap panen serta akses Jalan Trans Sulawesi terendam banjir,” kata Abdul, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Abdul, hingga Sabtu pagi kondisi banjir di beberapa titik masih belum surut. Curah hujan yang masih tinggi membuat genangan air tetap bertahan di kawasan terdampak.

Selain melanda Kabupaten Luwu, banjir juga terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sedikitnya lima kecamatan terdampak dalam peristiwa tersebut, yakni Kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, Sibulue, Awangpone, dan Barebbo.

Dalam kejadian di Bone, BNPB melaporkan adanya korban jiwa akibat banjir yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut.

“BPBD Kabupaten Bone melaporkan dua orang meninggal dunia akibat peristiwa ini. BPBD Kabupaten Bone melakukan evakuasi warga terdampak menggunakan perahu karet,” ujarnya.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Bone.

BNPB juga menyebut sebagian wilayah di Kabupaten Bone mulai mengalami penurunan debit air. Namun, genangan masih terjadi di Kelurahan Panyula karena dipengaruhi kondisi pasang surut air laut.

Advertisement
Advertisement
Advertisement