Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Beli Saham Aplikasi Ojol, Danantara Buka Suara soal Rencana Penurunan Potongan Driver jadi 8 Persen

Beli Saham Aplikasi Ojol, Danantara Buka Suara soal Rencana Penurunan Potongan Driver jadi 8 Persen
Beli Saham Aplikasi Ojol, Danantara Buka Suara soal Rencana Penurunan Potongan Driver jadi 8 Persen

PEWARTA.CO.ID — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memberikan tanggapan terkait wacana pembelian sebagian saham perusahaan aplikasi ojek online (ojol) oleh pemerintah. Langkah tersebut sebelumnya disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebagai bagian dari upaya menekan potongan tarif bagi mitra pengemudi.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Tim Komunikasi Danantara Indonesia, lembaga tersebut menegaskan bahwa pihaknya terus mengkaji berbagai peluang investasi yang memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas.

"Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia," ujar Tim Komunikasi Danantara Indonesia dikutip Senin (4/6/2026).

Danantara menyebut setiap peluang investasi, termasuk kemungkinan masuk ke sektor aplikasi ojol, akan dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikan strategi bisnis dan manfaat jangka panjang.

"Kami tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah kami tetapkan," lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa rencana pemerintah melalui Danantara membeli saham aplikator ojol bertujuan untuk mengurangi besaran potongan yang dibebankan kepada mitra pengemudi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dasco saat melakukan audiensi dengan perwakilan buruh di kompleks DPR RI. Ia mengatakan pemerintah ingin melakukan penyesuaian kebijakan secara bertahap setelah sebagian saham aplikator dimiliki negara.

"Sudah disampaikan bahwa karena ini aplikator sebagian sudah diambil oleh pemerintah, sehingga sistem kebijakan dan lain-lain akan disesuaikan secara perlahan tapi pasti, karena ini menyangkut sistem dan lain-lain," ujar Dasco saat audiensi dengan buruh di DPR RI.

Dalam rencana tersebut, pemerintah menargetkan potongan aplikasi untuk mitra driver dapat ditekan menjadi hanya 8 persen. Angka itu jauh lebih rendah dibanding potongan yang selama ini diterapkan aplikator yang berkisar antara 10 hingga 20 persen.

"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan," pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement