Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Selatan Banten hingga Jatim

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Selatan Banten hingga Jatim
Ilustrasi. Gelombang tinggi laut

PEWARTA.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 11 hingga 14 Mei 2026.

Salah satu kawasan yang masuk dalam daftar waspada yakni perairan selatan Banten hingga Jawa Timur dengan tinggi gelombang mencapai 4 meter.

Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul kondisi pola angin di sejumlah wilayah Indonesia yang memicu peningkatan tinggi gelombang laut.

BMKG meminta masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan pesisir dan pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan.

Dalam laporan resminya pada Selasa (12/5/2026), BMKG menjelaskan pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 3 sampai 15 knot.

"Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru," tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Daftar wilayah berpotensi gelombang sedang

BMKG menyebut gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Beberapa wilayah tersebut meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, hingga Samudra Hindia selatan NTT.

Selain itu, potensi gelombang dengan kategori sedang juga diperkirakan terjadi di Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, serta Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur.

Wilayah lain yang turut berpotensi mengalami gelombang serupa yakni Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, hingga Samudra Pasifik utara Papua.

Gelombang 4 meter berpotensi terjadi di selatan Jawa

Sementara itu, BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter di beberapa perairan Samudra Hindia.

Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, serta Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terhadap aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.

BMKG imbau nelayan dan pelayaran waspada

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi dapat membahayakan sejumlah moda transportasi laut, terutama bagi kapal dengan ukuran tertentu.

Risiko dapat terjadi pada perahu nelayan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berpotensi terdampak saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Adapun kapal ferry diminta meningkatkan kewaspadaan ketika angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," imbau BMKG.

Advertisement
Advertisement
Advertisement