Daftar Lengkap Harga BBM, LPG, dan Tarif Listrik Terbaru Mei 2026
![]() |
| Daftar Lengkap Harga BBM, LPG, dan Tarif Listrik Terbaru Mei 2026 |
PEWARTA.CO.ID — Pemerintah memastikan tarif listrik, harga BBM, hingga LPG pada Mei 2026 masih tetap stabil tanpa mengalami kenaikan. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas industri nasional di tengah fluktuasi harga energi global.
Tarif listrik untuk pelanggan subsidi maupun nonsubsidi pada periode Mei 2026 dipastikan masih sama seperti bulan sebelumnya. Pemerintah menetapkan tarif listrik triwulan II-2026, yakni April hingga Juni 2026, tidak mengalami perubahan.
Keputusan mempertahankan tarif listrik ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan tidak adanya kenaikan tarif, beban pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha diharapkan tetap terkendali.
Di sisi lain, harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina pada Mei 2026 juga belum mengalami penyesuaian. Meski harga minyak mentah dunia sempat menembus lebih dari USD100 per barel, Pertamina memutuskan tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi per 1 Mei 2026.
Sebelumnya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi terakhir dilakukan pada 18 April 2026. Setelah tanggal tersebut, harga berbagai jenis BBM seperti Pertamax hingga Pertamax Turbo masih dipertahankan.
Selain BBM, harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram dan 5,5 kilogram juga tetap mengacu pada tarif yang berlaku sejak 18 April 2026. Berikut rincian lengkap tarif listrik PLN, harga BBM Pertamina, serta harga LPG yang berlaku sepanjang Mei 2026.
Tarif listrik PLN Mei 2026
Berikut daftar tarif listrik PLN yang berlaku pada Mei 2026:
- Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp1.352 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan R-2/TR daya 3.500-5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan B-2/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
- Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
- Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas: Rp996,74 per kWh
- Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan P-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh
- Golongan P-3/TR penerangan jalan umum: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan L/TR, TM, TT: Rp1.644,52 per kWh
Harga BBM Pertamina Mei 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku pada Mei 2026:
- Solar subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Green: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter
- Dexlite: Rp23.600 per liter
- Pertamina Dex: Rp23.900 per liter
Harga LPG 12 kg Mei 2026
Harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram di berbagai wilayah Indonesia pada Mei 2026 masih bervariasi.
- Free Trade Zone (FTZ) Batam: Rp208.000
- Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan NTB: Rp228.000
- Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan: Rp230.000
- Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara: Rp238.000
- Kalimantan Utara: Rp265.000
Harga LPG 5,5 kg Mei 2026
Sementara itu, berikut daftar harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram:
- Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan NTB: Rp107.000 per tabung
- Free Trade Zone (FTZ) Batam: Rp100.000 per tabung
- Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung: Rp111.000 per tabung
- Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara: Rp114.000 per tabung
- Kalimantan Utara: Rp124.000 per tabung
- Maluku dan Papua: Rp134.000 per tabung
Stabilnya harga BBM, LPG, dan tarif listrik Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang masih dinamis. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menjaga pengeluaran rumah tangga dan menopang aktivitas ekonomi nasional.
