Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Di KTT ASEAN 2026, Prabowo Dorong Thailand-Kamboja Tempuh Jalur Damai

Di KTT ASEAN 2026, Prabowo Dorong Thailand-Kamboja Tempuh Jalur Damai
Di KTT ASEAN 2026, Prabowo Dorong Thailand-Kamboja Tempuh Jalur Damai

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menyerukan pentingnya penyelesaian damai atas konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Cebu.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat mengikuti sesi retret tertutup bersama para pemimpin negara ASEAN. Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, Presiden menilai persoalan batas wilayah merupakan tantangan yang umum dihadapi sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Sugiono, Prabowo menekankan bahwa sengketa semacam itu seharusnya diselesaikan melalui komunikasi, negosiasi, dan kerja sama antarpihak.

“Hal ini seperti juga yang kita lakukan. Kita cari jalan dan solusi bersama terkait permasalahan di perbatasan dengan dialog, negosiasi, dan bekerja sama,” kata Sugiono kepada awak media di sela KTT ke-48 ASEAN, Sabtu (9/5/2026).

Dorong kerja sama di tengah sengketa

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga mengingatkan bahwa hubungan bilateral tetap dapat diperkuat meski proses hukum terkait sengketa wilayah masih berlangsung di jalur internasional.

Sugiono menjelaskan, Presiden mengajak Thailand dan Kamboja untuk fokus membangun kerja sama yang memberikan dampak positif bagi masyarakat kedua negara.

“Itulah yang kemudian disampaikan Presiden Prabowo. Daripada mempertajam perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan. Namun di saat bersamaan, kenapa kita tidak mencari hal-hal positif yang bisa dikerjasamakan,” lanjutnya.

Pandangan serupa juga diungkapkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menyebut Prabowo menaruh perhatian besar terhadap stabilitas kawasan, termasuk situasi yang terjadi antara Thailand dan Kamboja serta perkembangan konflik di Myanmar.

Teddy menegaskan, Presiden mengajak seluruh anggota ASEAN untuk terus mengedepankan komunikasi yang konstruktif dan semangat persaudaraan dalam menghadapi tantangan regional.

“Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi yang konstruktif, termasuk mendorong perundingan damai antara Thailand dan Kamboja, serta situasi di Myanmar demi menjaga stabilitas dan harmoni di kawasan Asia Tenggara,” ujar Teddy.

Indonesia tegaskan komitmen jaga soliditas ASEAN

Sikap yang disampaikan Prabowo dinilai memperlihatkan komitmen Indonesia dalam menjaga persatuan dan soliditas ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Indonesia juga terus mendorong ASEAN agar tetap menjadi kawasan yang stabil dan berperan sebagai jangkar perdamaian serta pertumbuhan ekonomi dunia.

Adapun Thailand dan Kamboja selama bertahun-tahun terlibat sengketa wilayah perbatasan, khususnya di sekitar kawasan Kuil Preah Vihear dan sejumlah situs bersejarah lainnya seperti Ta Muen Thom.

Ketegangan kedua negara kembali meningkat pada pertengahan 2025 setelah bentrokan aparat keamanan di wilayah perbatasan menyebabkan seorang personel Kamboja tewas.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah Kamboja pada Juni 2025 secara resmi mengajukan permohonan kepada Mahkamah Internasional guna membantu proses penetapan batas di empat titik wilayah yang masih dipersengketakan. Selain itu, Kamboja juga meminta kepastian batas permanen di kawasan tersebut.

Advertisement
Advertisement
Advertisement