Fakta Mengejutkan di Balik Playground, Ternyata Bisa Jadi Sarang Virus dan Bakteri
![]() |
| Fakta Mengejutkan di Balik Playground, Ternyata Bisa Jadi Sarang Virus dan Bakteri |
PEWARTA.CO.ID — Playground atau area bermain anak selama ini dikenal sebagai tempat favorit untuk bermain sambil melatih kemampuan sensorik dan motorik si kecil. Kehadiran kolam bola, perosotan, hingga berbagai wahana interaktif membuat tempat ini semakin diminati orang tua maupun anak-anak.
Namun di balik keseruannya, playground ternyata menyimpan fakta yang cukup mengejutkan. Sebuah penelitian mengungkap area bermain anak berpotensi menjadi tempat berkembangnya virus dan bakteri yang bisa memicu penyakit.
Temuan tersebut dilaporkan dalam penelitian yang dimuat American Journal of Infection Control (AJIC) dan dilansir ScienceDaily. Dalam studi itu disebutkan bahwa playground kerap terpapar berbagai jenis kotoran seperti muntahan, feses, hingga urine.
Kondisi tersebut membuat area bermain menjadi lingkungan yang memungkinkan mikroorganisme berkembang biak dengan cepat. Sayangnya, proses pembersihan pada sejumlah playground disebut tidak selalu dilakukan setiap hari.
Penelitian temukan ribuan bakteri di kolam bola
Peneliti dari Universitas North Georgia melakukan pengujian terhadap enam kolam bola yang berada di negara bagian Georgia, Amerika Serikat. Sampel diambil secara acak dari berbagai kedalaman kolam bola untuk melihat tingkat kontaminasi mikroba yang ada.
Dari penelitian tersebut ditemukan adanya kolonisasi mikroorganisme dalam jumlah cukup tinggi. Setidaknya terdapat delapan jenis bakteri dan satu jenis ragi yang diketahui berpotensi menyebabkan penyakit.
Jumlah bakteri yang ditemukan bahkan mencapai ribuan sel pada setiap bola yang diuji. Temuan itu memperlihatkan adanya potensi penyebaran organisme berbahaya yang lebih besar, terutama pada anak-anak yang aktif bermain dan bersentuhan langsung dengan fasilitas tersebut.
“Kami menemukan variasi yang cukup besar dalam jumlah mikroorganisme di antara berbagai sampel kolam bola,” kata peneliti utama studi ini, Mary Ellen Oesterle dari Departemen Terapi Fisik, Universitas North Georgia.
“Hal ini mengindikasikan bahwa setiap playground menerapkan protokol pembersihan dan pemeliharaan yang berbeda-beda, yang mungkin menandakan adanya kebutuhan yang lebih luas untuk memperjelas dan menetapkan standar yang dapat mengurangi risiko penularan,” katanya.
Risiko penularan penyakit pada anak meningkat
Selain hasil penelitian tersebut, Pakar Kesehatan Anak dr. Ardi Santoso juga menyoroti tingginya potensi penularan penyakit di area bermain anak.
Melalui akun Instagram pribadinya @ardisantoso, ia menjelaskan bahwa kolam bola, perosotan, dan berbagai mainan di playground disentuh oleh ratusan tangan setiap hari. Kondisi itu membuat risiko penyebaran penyakit menjadi lebih tinggi.
Beberapa penyakit yang disebut berpotensi menular di playground antara lain influenza, RSV, diare, hingga gangguan kulit.
Meski begitu, dr. Ardi menegaskan anak tetap boleh bermain di playground selama orang tua memperhatikan kebersihan dan kesehatan anak.
Ia menyarankan agar orang tua selalu membiasakan anak mencuci tangan setelah bermain, tidak membawa anak yang sedang sakit ke playground, serta menghindari makan dalam kondisi tangan masih kotor.
Orang tua diminta lebih waspada
Temuan mengenai adanya virus dan bakteri di playground tentu membuat banyak orang tua lebih waspada. Meski demikian, playground tetap dapat menjadi tempat bermain yang menyenangkan selama kebersihan anak tetap dijaga.
Orang tua disarankan memastikan anak menggunakan kaus kaki saat bermain dan segera membersihkan tangan setelah selesai beraktivitas di area bermain. Dengan langkah sederhana tersebut, risiko penularan penyakit dapat diminimalkan tanpa harus melarang anak bermain di playground.
