Gus Ipul Bantah Isu Mark Up Sepatu Sekolah Rakyat, Tegaskan Pengadaan Sesuai Prosedur
![]() |
| Gus Ipul Bantah Isu Mark Up Sepatu Sekolah Rakyat, Tegaskan Pengadaan Sesuai Prosedur |
PEWARTA.CO.ID — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah keras tudingan mengenai dugaan mark up harga sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menilai informasi yang beredar tersebut merupakan hoaks yang tidak sesuai fakta dan sengaja dibangun untuk membentuk opini negatif terhadap program pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Rabu (6/5/2026).
Mensos sebut isu mark up sepatu adalah fitnah
Dalam keterangannya, Gus Ipul menegaskan bahwa narasi yang beredar terkait harga sepatu siswa Sekolah Rakyat tidak benar.
“Itu fitnah, hoax,” ujarnya didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam konferensi pers di kantor Kemensos, dikutip Rabu (6/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memperlihatkan potongan narasi dan foto yang beredar di media sosial melalui layar digital. Foto tersebut memperlihatkan dirinya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sedang menyerahkan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan, dokumentasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Dialog Pilar-Pilar Sosial se-Malang Raya yang berlangsung pada 2 Mei 2025.
Menurutnya, sepatu yang diberikan dalam kegiatan itu bukan berasal dari pengadaan Kementerian Sosial, melainkan bantuan langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui APBD.
“Sepatu yang dari Bu Khofifah, itu pemberian, itu bantuan dari Bu Khofifah untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur,” ucap Gus Ipul.
Perbandingan harga dinilai tidak tepat
Gus Ipul menilai narasi yang membandingkan satu foto sepatu bermerek dengan keseluruhan pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat merupakan kesimpulan yang keliru.
Ia menjelaskan, setiap jenis sepatu memiliki fungsi, spesifikasi, hingga standar penggunaan yang berbeda-beda. Karena itu, harga masing-masing produk tidak bisa disamakan begitu saja.
Di tengah polemik yang berkembang, Gus Ipul tetap mengapresiasi masyarakat yang aktif memberikan pengawasan terhadap program pemerintah, termasuk program Sekolah Rakyat yang dikelola Kemensos.
“Kita berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan pendapat, telah melakukan pengawasan, mengingatkan, juga terus mengawal program-program Kementerian Sosial,” katanya.
Kemensos buka rincian pengadaan sepatu siswa
Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Kemensos turut memaparkan mekanisme pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat beserta rincian spesifikasi dan nilai anggarannya.
Gus Ipul menegaskan, angka Rp700 ribu yang ramai diperbincangkan publik sebenarnya merupakan pagu anggaran atau batas maksimal biaya, bukan harga pembelian akhir.
Ia memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan melalui mekanisme kompetitif.
“Dalam pengadaan sepatu ini untuk siswa Sekolah Rakyat tentu melalui prosedur yang telah ditetapkan, mekanisme pengadaan. Penanggungjawabnya adalah tentu PPK atau Pokja. Mereka yang bertanggung jawab untuk itu. Prosesnya dilakukan dengan pagu yang sudah ditetapkan sebelumnya,” katanya.
Menurutnya, penetapan pagu anggaran dilakukan berdasarkan survei serta mekanisme resmi yang berlaku sebelum proses pengadaan dimulai.
“Pemenangnya tentu yang paling murah dan memenuhi spesifikasi, memenuhi standar yang telah ditetapkan,” lanjutnya.
Jenis sepatu siswa Sekolah Rakyat
Kemensos menjelaskan bahwa pada tahun 2025 siswa Sekolah Rakyat menerima beberapa jenis sepatu untuk mendukung berbagai aktivitas harian maupun kegiatan pendidikan.
Jenis sepatu yang disediakan meliputi:
- Sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) untuk aktivitas luar ruangan
- Sepatu PDH (Pakaian Dinas Harian) untuk kegiatan belajar di kelas
- Sepatu olahraga untuk aktivitas fisik
- Sepatu harian atau santai untuk penggunaan di lingkungan asrama
Seluruh paket tersebut juga sudah termasuk kaos kaki sehingga kebutuhan dasar siswa dapat terpenuhi tanpa tambahan biaya.
Selain sepatu PDL yang memiliki pagu anggaran Rp700 ribu, Kemensos menyebut terdapat jenis sepatu lain dengan harga lebih rendah, yakni berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu tergantung spesifikasi dan fungsinya.
Gus Ipul tegaskan tidak ada intervensi pengadaan
Gus Ipul menegaskan dirinya bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berkomitmen menjaga integritas dalam seluruh proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemensos.
“Saya dan Pak Wamen komitmen dari awal untuk tidak akan mengintervensi, tidak akan mencampuri, tidak akan titip-titip, tidak akan mengarahkan proses-proses pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial,” katanya.
Ia juga memastikan proses pengadaan berada dalam pengawasan dan terbuka terhadap audit. Menurutnya, jika ditemukan bukti pelanggaran atau penyimpangan, maka kasus tersebut akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kalau memang ada bukti yang kuat adanya penyimpangan, ya akan diproses secara hukum. Maka saya berulang-ulang, saya sampaikan bersama Pak Wamen ini kepada jajaran Kementerian Sosial untuk tidak melakukan penyimpangan. Jika ada bukti, kami menjadi pihak pertama yang akan melaporkan ke aparat penegak hukum,” tegas Gus Ipul.
