Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Jadi Rp2.790.000 per Gram
![]() |
| Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Jadi Rp2.790.000 per Gram |
PEWARTA.CO.ID — Harga emas batangan produksi Antam mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Rabu (6/5/2026). Berdasarkan informasi terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp30.000 dan kini dipatok sebesar Rp2.790.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau harga jual kembali emas batangan Antam. Hari ini, nilai buyback tercatat naik Rp35.000 menjadi Rp2.580.000 per gram.
Harga tersebut berlaku untuk transaksi di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Sementara itu, sejumlah produk emas di situs resmi Logam Mulia dilaporkan masih belum tersedia untuk sementara waktu.
PENTING UNTUK DIBACA!
Waktu yang Tepat untuk Menjual dan Membeli Emas Batangan Antam Agar Profit
Dalam ketentuan perpajakan terbaru, transaksi emas batangan saat ini tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal tersebut mengacu pada PP Nomor 49 Tahun 2022, sehingga nilai PPN tidak masuk dalam perhitungan total transaksi.
Selain itu, pembelian emas juga mengikuti aturan dalam PMK Nomor 48 Tahun 2023 yang menetapkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Bukti potong pajak akan diterbitkan langsung oleh PT ANTAM Tbk selaku penjual resmi.
PERLU JUGA DIBACA!
Cara Mudah Membedakan Emas Asli dan Palsu, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Tertipu Logam Mulia Abal-abal
Rincian harga emas Antam hari ini
Berikut daftar lengkap harga emas Antam berdasarkan pecahan yang tercantum di laman resmi Logam Mulia:
- Emas 0,5 gram: Rp1.445.000
- Emas 1 gram: Rp2.790.000
- Emas 2 gram: Rp5.530.000
- Emas 3 gram: Rp8.277.000
- Emas 5 gram: Rp13.765.000
- Emas 10 gram: Rp27.450.000
- Emas 25 gram: Rp68.640.000
- Emas 50 gram: Rp136.755.000
- Emas 100 gram: Rp273.360.000
- Emas 250 gram: Rp683.090.000
- Emas 500 gram: Rp1.365.900.000
- Emas 1.000 gram: Rp2.730.600.000
Kenaikan harga emas Antam ini menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang rutin memantau pergerakan harga logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang.
