Iran Klaim Serang Kapal Perang AS di Selat Hormuz, Bandar Abbas Diguncang Ledakan
![]() |
| Ilustrasi: Kapal perang AS di Selat Hormuz |
PEWARTA.CO.ID — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim meluncurkan serangan rudal terhadap kapal perang milik Amerika Serikat di wilayah Selat Hormuz. Klaim itu muncul menyusul dugaan serangan militer AS terhadap kapal tanker minyak berbendera Iran.
Dilansir dari trtworld, Jumat (8/5/2026), media pemerintah Iran menyebut aksi militer tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas serangan yang dituduhkan kepada Amerika Serikat.
Dalam laporan media Iran, seorang pejabat militer yang identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan kapal perang AS menjadi sasaran rudal Iran dan mengalami kerusakan hingga akhirnya mundur dari kawasan tersebut. Meski demikian, belum ada informasi pasti terkait waktu terjadinya insiden tersebut.
Di sisi lain, media Amerika Serikat Fox News melaporkan militer AS disebut menyerang pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas di Iran. Informasi itu mengutip pernyataan seorang pejabat senior AS, namun hingga kini Pentagon belum memberikan konfirmasi resmi mengenai laporan tersebut.
Serangan terhadap kapal tanker Iran
Sebelumnya, pada Rabu lalu, militer AS mengumumkan telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran yang diklaim sedang bergerak menuju pelabuhan Iran.
Dalam keterangannya, militer AS menyebut jet tempur F-18 digunakan untuk menyerang bagian kemudi kapal tanker tersebut agar kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Situasi di wilayah Teluk pun semakin memanas setelah sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di sekitar Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.
Kantor Berita Fars melaporkan warga mendengar beberapa ledakan keras di dekat Bandar Abbas. Media itu juga menyebut sebagian Dermaga Bahman diduga terdampak baku tembak antara pasukan Iran dan “pasukan musuh”.
Ledakan dan drone di Bandar Abbas
Kantor berita Tasnim turut mengonfirmasi adanya ledakan di kawasan tersebut. Media itu menduga insiden berkaitan dengan aktivitas kapal peringatan milik Angkatan Laut Garda Revolusi Iran atau IRGC di Selat Hormuz.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan ledakan juga terjadi di sebuah dermaga di Pulau Qeshm. Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.
Beberapa media Iran lainnya juga memberitakan insiden serupa. Namun, militer Israel saat dimintai tanggapan oleh AFP menyatakan “tidak mengetahui adanya” serangan yang dimaksud.
Kantor berita Mizan melaporkan suara ledakan di Qeshm berasal dari sistem pertahanan udara Iran yang mencegat sejumlah drone kecil.
Tasnim juga menyebut dua drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran di wilayah Bandar Abbas.
