Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Keji! KKB Pimpinan Guspi Waker Tembak Bocah Perempuan di Tembagapura hingga Tewas

Keji! KKB Pimpinan Guspi Waker Tembak Bocah Perempuan di Tembagapura hingga Tewas
Keji! KKB Pimpinan Guspi Waker Tembak Bocah Perempuan di Tembagapura hingga Tewas

PEWARTA.CO.ID — Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Papua Tengah setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin Guspi Waker dilaporkan menyerang warga sipil di kawasan Camp Wini Kalikuluk MP 69, Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dari kalangan anak-anak. Seorang bocah perempuan dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya dalam insiden brutal tersebut.

Peristiwa ini juga membuat situasi di sekitar lokasi menjadi panik. Sejumlah warga memilih meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari perlindungan di area yang lebih aman demi menghindari potensi serangan susulan.

Kronologi penyerangan di Tembagapura

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa sebelum kontak senjata terjadi, aparat Satgas TNI yang sedang bertugas sudah lebih dulu mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan dari kelompok bersenjata yang bergerak dari arah Camp David di seberang sungai.

Tidak lama setelah itu, suasana di lokasi berubah mencekam.

“Tak lama kemudian terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar pemukiman warga,”ujar Aulia, Minggu (10/5/2026).

Situasi tersebut membuat warga sipil yang tengah beraktivitas bersama keluarga mereka berada dalam kondisi berbahaya dan kepanikan pun tak terhindarkan.

Respons TNI dan evakuasi warga

Dalam menghadapi serangan tersebut, aparat TNI tetap menjalankan prosedur operasi yang berlaku dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta standar Rules of Engagement (ROE).

“Dalam menghadapi ancaman tersebut, prajurit TNI tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE) dengan bertindak secara terukur, profesional, dan sesuai hukum serta menjunjung tinggi hak asasi manusia,”ujarnya.

Lebih lanjut, Aulia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam situasi tersebut.

“Dengan berpegang pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto dimana keselamatan rakyat merupakan prioritas utama, Prajurit TNI segera mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan warga lainnya ke tempat yang lebih aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan,” lanjutnya.

Korban ditemukan meninggal dunia

Dalam proses evakuasi, prajurit TNI menemukan seorang anak perempuan yang mengalami luka tembak di bagian bahu kiri. Tim kemudian segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban menggunakan tandu menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Namun, dalam perjalanan di Jalan Poros MP 69, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang terlalu parah.

“Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mendambakan Papua hidup damai tanpa kekerasan,” imbuhnya.

Operasi lanjutan TNI di wilayah Kalikuluk

Hingga saat ini, Satgas TNI di wilayah tersebut masih terus melakukan patroli keamanan serta pendalaman terkait insiden penyerangan yang terjadi. Aparat juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas KKB yang dipimpin Guspi Waker di kawasan Kalikuluk dan sekitarnya.

“TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir melindungi masyarakat Papua dari segala bentuk ancaman kekerasan, dengan mengedepankan tindakan yang cepat, terukur, profesional, dan sesuai prosedur,”ujarnya.

“Demi memastikan seluruh masyarakat dapat hidup aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,”tutup Aulia.

Advertisement
Advertisement
Advertisement