Mahasiswa Indonesia di AS Luncurkan Platform Kursus AI Gratis
![]() |
| Mahasiswa Indonesia di AS Luncurkan Platform Kursus AI Gratis |
PEWARTA.CO.ID — Sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat menghadirkan inovasi di bidang teknologi dengan meluncurkan platform pembelajaran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara gratis bernama Nusantara AI Institute.
Platform tersebut dibuat sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap perkembangan teknologi AI yang kini berkembang sangat cepat dan diprediksi akan memengaruhi berbagai sektor kehidupan di masa depan.
Salah satu pendiri Nusantara AI Institute, Oliver Tedja dari Boston University, bersama Johannes Simanjuntak dan timnya, mengembangkan platform berbasis website yang dapat diakses masyarakat luas tanpa biaya.
Melalui program ini, para penggagas berharap masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, memiliki kesempatan yang sama untuk mempelajari AI tanpa terkendala latar belakang pendidikan maupun kondisi ekonomi.
Fokus tingkatkan literasi AI masyarakat
Nusantara AI Institute dirancang untuk menghadirkan pembelajaran AI yang praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses siapa saja selama memiliki koneksi internet.
Oliver menjelaskan bahwa platform tersebut tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem talenta digital yang mampu bersaing di era transformasi digital.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab agar teknologi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial di Indonesia.
Peluncuran resmi Nusantara AI Institute digelar pada 27 Maret lalu di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York, Amerika Serikat. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Sandiaga Uno dan David Merrill.
Tawarkan lebih dari 20 kursus AI
Platform Nusantara AI Institute menyediakan lebih dari 20 materi pembelajaran AI dengan berbagai tingkat kesulitan.
Peserta dapat mempelajari program dasar melalui kelas Literasi AI, hingga materi lanjutan seperti AI untuk Bisnis dan AI Teknik yang membahas machine learning serta rekayasa sistem.
Materi pembelajaran disusun agar teknologi AI yang sebelumnya dianggap rumit dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Sejak diluncurkan, platform tersebut dikabarkan telah digunakan oleh lebih dari 1.000 pengguna yang sebagian besar berasal dari Indonesia.
Pengembangan Nusantara AI Institute juga mendapat dukungan dari Aether AI, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan produk berbasis kecerdasan buatan sekaligus investasi startup teknologi.
Literasi AI dinilai jadi kebutuhan masa depan
Dalam acara peluncuran tersebut, Sandiaga Uno menilai kemampuan memahami AI akan menjadi kebutuhan penting di masa mendatang.
“Ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Di masa depan, literasi AI akan menjadi keterampilan mendasar yang sama pentingnya dengan membaca atau menulis, membuka peluang karir baru di setiap sektor,” ujarnya.
Sementara itu, Robert Blake menyoroti besarnya peluang pemanfaatan AI dalam dunia kerja, khususnya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor industri.
Ia juga menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam penerapan AI, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan mulai dari penelitian penyakit hingga pengembangan sistem pembelajaran yang lebih adaptif.
Selain itu, teknologi berbasis AI juga dinilai mampu membantu menjangkau masyarakat di berbagai daerah dengan beragam bahasa melalui aplikasi pembelajaran yang lebih fleksibel.
Kehadiran Nusantara AI Institute diharapkan dapat membantu mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi era digital dengan kemampuan AI yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
