Menlu Singapura Apresiasi Indonesia atas Operasi SAR Erupsi Gunung Dukono, Sebut Aksi Solidaritas Tak Terlupakan
![]() |
| Proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menyampaikan penghargaan mendalam kepada Pemerintah Indonesia dan seluruh tim pencarian serta penyelamatan yang terlibat dalam operasi evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Apresiasi tersebut diberikan setelah operasi SAR yang berlangsung dalam kondisi berat akhirnya berhasil menemukan seluruh korban pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan terdampak erupsi.
Vivian menilai dedikasi para personel SAR Indonesia menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan yang sangat berarti bagi keluarga korban dan masyarakat Singapura.
Tim SAR dipuji bekerja di tengah kondisi ekstrem
Dalam pernyataannya, Vivian mengucapkan terima kasih kepada lebih dari 150 personel SAR yang terlibat langsung dalam proses pencarian hingga identifikasi forensik korban.
Menurutnya, proses evakuasi berlangsung dalam situasi yang sangat berisiko. Tim penyelamat harus menghadapi medan curam dan tidak stabil, hujan deras, abu vulkanik tebal, hingga ancaman erupsi Gunung Dukono yang masih berlangsung.
Meski berada dalam tekanan dan ancaman bahaya, operasi pencarian tetap dilakukan secara profesional dan penuh dedikasi.
"Upaya mereka telah memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga, dan orang-orang terkasih yang telah menjalani hari-hari penuh kecemasan dan ketidakpastian," ujar Vivian dilansir dari Channelnewsasia, Senin (11/5/2026).
Selain menyampaikan apresiasi, Vivian juga mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
Ia turut mendoakan para penyintas agar segera pulih sepenuhnya usai insiden erupsi Gunung Dukono.
Singapura sebut bantuan Indonesia tak akan dilupakan
Vivian menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat Singapura akan selalu mengingat bantuan yang diberikan Indonesia dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, aksi cepat dan solidaritas yang ditunjukkan tim SAR Indonesia menjadi bentuk persahabatan antarnegara yang sangat berarti di tengah situasi darurat.
"Singapura menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Indonesia dan tim pencarian dan penyelamatan yang mengoordinasikan operasi sulit ini. Kami akan selalu mengingat tindakan persahabatan dan solidaritas ini," pungkasnya.
Operasi pencarian resmi ditutup
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penutupan operasi dilakukan usai tiga korban pendaki ditemukan oleh tim SAR.
"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu 11 Mei 2026.
Tiga korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut yakni pendaki asal Indonesia bernama Enjel serta dua warga negara Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27).
Jasad Enjel ditemukan lebih dahulu pada Sabtu, 9 Mei 2026. Setelah penemuan itu, tim SAR kembali melanjutkan pencarian pada Minggu (10/5/2026) dengan fokus di sekitar lokasi ditemukannya korban pertama.
Operasi pencarian akhirnya berhasil menemukan seluruh korban, sekaligus mengakhiri proses SAR di kawasan erupsi Gunung Dukono.
