Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Menperin Dorong Industri Kerajinan Bambu, Ekspor Naik dan Ekonomi Daerah Makin Kuat

Menperin Dorong Industri Kerajinan Bambu, Ekspor Naik dan Ekonomi Daerah Makin Kuat
Menperin Dorong Industri Kerajinan Bambu, Ekspor Naik dan Ekonomi Daerah Makin Kuat

PEWARTA.CO.ID — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan sektor industri kerajinan memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain menciptakan nilai tambah, industri ini juga dinilai mampu memperkuat ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan.

Pemerintah saat ini terus mendorong pengembangan industri kerajinan berbasis sumber daya alam dalam negeri seperti kayu, rotan, hingga bambu. Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas budaya Indonesia yang khas.

“IKM kerajinan Indonesia banyak memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah seperti kayu, rotan, dan bambu. Bahan baku lokal yang diolah menjadi produk kerajinan khas ini sarat dengan cerita budaya,” kata Agus dalam keterangan, Kamis, 14 Mei 2026.

Kontribusi industri kerajinan terus meningkat

Industri kerajinan menjadi salah satu sektor penting dalam industri pengolahan nonmigas nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kontribusi sektor ini mencapai 2,10 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.

Tidak hanya itu, kinerja ekspor produk kerajinan juga menunjukkan tren positif. Pada Februari 2026, nilai ekspor industri kerajinan tercatat meningkat 25,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa produk kerajinan Indonesia masih memiliki peluang besar di pasar internasional, terutama produk yang mengusung konsep alami dan berkelanjutan.

Pengembangan sentra IKM diperkuat

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Reni Yanita mengatakan pengembangan sentra industri kecil dan menengah menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat di daerah.

Menurutnya, pola pembinaan berbasis sentra membuat proses pendampingan pelaku usaha dapat dilakukan lebih terarah dalam satu ekosistem usaha yang saling mendukung.

“Melalui pembinaan berbasis sentra, struktur ekonomi masyarakat di daerah menjadi lebih kuat. Selain itu, proses pendampingan juga dapat berjalan lebih efektif,” ujar Reni.

Potensi bambu Indonesia sangat besar

Indonesia memiliki sumber daya bambu yang melimpah dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Tercatat ada 162 jenis bambu yang tumbuh di Indonesia dengan luas kebun mencapai sekitar 2,4 juta hektare.

Sementara itu, data Kementerian Kehutanan dan LIPI menunjukkan produksi bambu nasional mencapai lebih dari 11 juta batang setiap tahun.

Melihat potensi tersebut, Kementerian Perindustrian memberikan pendampingan kepada para perajin bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Program ini difokuskan untuk mendukung regenerasi perajin sekaligus meningkatkan daya saing produk kerajinan bambu di pasar.

Perajin diberi pelatihan desain hingga pengemasan

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menjelaskan sebanyak 35 perajin ikut dalam program pelatihan tersebut.

Para peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari teknik pengawetan bambu, pengembangan desain produk, hingga konsultasi mengenai kemasan produk yang lebih menarik dan ramah lingkungan.

“Konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan fungsi produk, tetapi juga memperhatikan desain, estetika, inovasi, dan kemasan yang ramah lingkungan. Karena itu, perajin harus terus kreatif dan mampu membaca tren pasar,” ujar Budi.

Program pendampingan itu juga diarahkan untuk mendorong diversifikasi produk. Salah satunya melalui kolaborasi dengan IKM dodol khas daerah dalam pengembangan desain kemasan produk.

Produk kerajinan bakal dipamerkan di Makassar

Pendampingan terhadap perajin bambu dilakukan bersama Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pemerintah daerah, serta Kementerian Perindustrian.

Produk hasil pembinaan nantinya akan ditampilkan dalam Pameran HUT Dekranas di Makassar. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan promosi melalui pusat oleh-oleh dan berbagai saluran pemasaran lainnya agar produk kerajinan lebih dikenal luas.

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan berharap para perajin bambu dapat berkembang menjadi mitra pemerintah dalam membangun industri kerajinan yang mandiri dan berdaya saing.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para perajin bambu Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah. Dalam mewujudkan industri kerajinan bambu yang sehat, maju, dan mandiri,” kata Budi.

Advertisement
Advertisement
Advertisement