Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Mobil Bensin Masih Kuasai Pasar Mobil Bekas Indonesia 2026, Avanza hingga Agya Jadi Buruan

Mobil Bensin Masih Kuasai Pasar Mobil Bekas Indonesia 2026, Avanza hingga Agya Jadi Buruan
Mobil Bensin Masih Kuasai Pasar Mobil Bekas Indonesia 2026, Avanza hingga Agya Jadi Buruan

PEWARTA.CO.ID — Kendaraan berbahan bakar bensin atau internal combustion engine (ICE) masih menjadi primadona di pasar mobil bekas Indonesia sepanjang kuartal pertama 2026.

Di tengah perkembangan kendaraan listrik, model Low Cost Green Car (LCGC) dan Multi Purpose Vehicle (MPV) tetap mendominasi permintaan konsumen karena dianggap irit bahan bakar dan biaya perawatannya lebih terjangkau.

Data Balai Lelang JBA Indonesia menunjukkan bahwa hingga kuartal I 2026, perusahaan telah melelang lebih dari 40 ribu unit mobil bekas dan sekitar 30 ribu unit sepeda motor bekas. Dari total tersebut, kendaraan konvensional masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Pasar mobil bekas masih didominasi kendaraan irit BBM

Marketing & Sales Division Head JBA Indonesia, Johan Wijaya, mengatakan tingginya minat terhadap kendaraan ICE dipengaruhi kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang efisien dan ekonomis untuk penggunaan harian maupun operasional usaha.

“Kendaraan kategori LCGC dan MPV seperti Toyota Avanza, Calya, dan Agya masih cukup diminati karena efisien dalam konsumsi BBM serta mudah dalam perawatan," kata Marketing & Sales Division Head JBA Indonesia, Johan Wijaya, dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Menurut Johan, selain kendaraan keluarga, mobil niaga juga memiliki permintaan yang tinggi di pasar mobil bekas. Kondisi ini terutama terjadi di wilayah yang memiliki aktivitas distribusi dan perdagangan cukup padat.

“Di sisi lain, untuk kebutuhan usaha, kendaraan niaga seperti Daihatsu Gran Max, Mitsubishi Triton, hingga truk juga banyak dicari,” ujarnya.

Tak hanya roda empat, tren kendaraan roda dua bekas juga masih didominasi motor matik yang dinilai praktis dan hemat biaya penggunaan sehari-hari.

“Pada roda dua, motor matic seperti Honda Beat, Scoopy, dan Vario tetap menjadi pilihan utama karena praktis digunakan sehari-hari,” kata Johan Wijaya.

Preferensi kendaraan berbeda di setiap wilayah

JBA juga mencatat adanya perbedaan tren kendaraan yang diminati di sejumlah daerah di Indonesia. Faktor kebutuhan mobilitas dan karakteristik ekonomi wilayah menjadi penentu utama jenis kendaraan yang paling banyak dicari.

Di Pulau Jawa, kendaraan penumpang masih menjadi favorit masyarakat. Model seperti Toyota Avanza tipe G 1.3 hingga 1.5, Toyota Calya tipe G 1.2, dan Daihatsu Sigra menjadi unit yang paling banyak diminati karena cocok digunakan untuk mobilitas harian serta terkenal hemat bahan bakar.

Sementara di Sumatera, pasar kendaraan bekas menunjukkan permintaan yang cukup seimbang antara mobil penumpang dan kendaraan niaga. Untuk kendaraan keluarga, Toyota Avanza tipe G 1.3 serta Toyota Calya tipe G 1.2 masih mendominasi.

Di sisi lain, kendaraan operasional seperti Mitsubishi Triton double cabin, Suzuki Carry pick up, hingga Mitsubishi Colt L300 pick up juga banyak diburu guna menunjang aktivitas distribusi barang, logistik, hingga sektor perkebunan.

Berbeda dengan Jawa dan Sumatera, konsumen di Kalimantan lebih banyak mencari kendaraan niaga dan operasional. Daihatsu Gran Max pick up, Mitsubishi Canter, dan Mitsubishi Triton double cabin menjadi model yang cukup dominan di wilayah tersebut. Tingginya kebutuhan kendaraan industri dan pengangkutan barang menjadi salah satu faktor utama.

Sementara itu, di Sulawesi, tren pasar mobil bekas relatif seimbang antara kendaraan penumpang dan kendaraan niaga. Toyota Avanza tipe G 1.3 serta Toyota Calya tipe G 1.2 masih menjadi pilihan untuk kebutuhan mobilitas masyarakat, sedangkan Daihatsu Gran Max pick up digunakan untuk mendukung aktivitas usaha dan distribusi.

Mobil listrik bekas mulai diminati

Meski mobil berbahan bakar bensin masih mendominasi pasar, minat terhadap mobil listrik bekas mulai terlihat pada kuartal pertama tahun ini. Namun jumlah unit kendaraan listrik yang masuk pasar lelang masih jauh lebih sedikit dibandingkan kendaraan konvensional.

Beberapa model kendaraan listrik yang mulai muncul di pasar lelang antara lain Wuling Air EV, Wuling Cloud EV, Hyundai Ioniq 5, Neta V-II, hingga BYD Sealion 7.

Munculnya sejumlah model EV di pasar mobil bekas menunjukkan bahwa kendaraan listrik perlahan mulai mendapat perhatian konsumen, meski pasar kendaraan berbahan bakar BBM masih menjadi penguasa utama industri mobil bekas nasional.

Advertisement
Advertisement
Advertisement