Mobil Turis Singapura Alami Kecelakaan Beruntun di Jalur Bromo, 11 Orang Terluka Diduga Akibat Rem Blong
![]() |
| Mobil Turis Singapura Alami Kecelakaan Beruntun di Jalur Bromo, 11 Orang Terluka Diduga Akibat Rem Blong |
PEWARTA.CO.ID — Kecelakaan beruntun melibatkan empat unit minibus terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Insiden tersebut diduga dipicu oleh kendaraan rombongan wisatawan asal Singapura yang mengalami rem blong saat melintas di jalan menurun.
Akibat kecelakaan itu, sebanyak 11 orang mengalami luka-luka dan empat kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.
Para korban terdiri dari wisatawan asing, sopir, pemandu wisata hingga penumpang kendaraan offroad yang berada di belakang rombongan.
Peristiwa tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar karena terjadi di kawasan wisata yang ramai dilalui kendaraan wisatawan menuju maupun dari Gunung Bromo.
Diduga rem panas hingga kendaraan hilang kendali
Kecelakaan bermula saat rombongan turis asal Singapura dalam perjalanan pulang dari kawasan wisata Bromo. Namun sekitar 300 meter sebelum lokasi kejadian, kendaraan yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami gangguan pengereman.
Kondisi jalan yang menurun membuat minibus melaju tak terkendali dengan kecepatan cukup tinggi.
"Setelah berjalan sekitar 10 menit. Rem tiba-tiba tidak fungsi, karena sudah panas. Mobil melaju kecepatan 60-70 Km/jam," ujar pemandu wisata rombongan turis, Yopi.
Situasi itu membuat sopir panik lantaran di bagian depan terdapat lokasi hajatan warga yang cukup ramai. Demi menghindari kerumunan, pengemudi akhirnya mengarahkan kendaraan ke tiang listrik agar laju mobil bisa dihentikan.
Benturan keras yang terjadi membuat kendaraan lain di belakang tidak sempat menghindar hingga akhirnya terjadi tabrakan beruntun.
Sebanyak 11 korban mengalami luka
Dari total korban luka, enam orang diketahui merupakan wisatawan asal Singapura. Selain itu, sopir dan pemandu wisata juga ikut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
Sementara tiga korban lainnya merupakan penumpang minibus jenis offroad yang berada di belakang kendaraan rombongan turis.
Sebagian besar korban mengalami luka memar dan luka sobek akibat benturan keras saat tabrakan terjadi.
Sebanyak delapan korban langsung dibawa ke Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan korban lainnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Ar Rozy.
Hingga kini seluruh korban masih berada dalam pengawasan tim medis untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil.
Polisi masih lakukan penyelidikan
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan di jalur wisata Bromo tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, mengatakan hasil sementara olah tempat kejadian perkara mengarah pada dugaan kegagalan fungsi pengereman kendaraan.
"Hasil olah TKP sementara diduga ada kendaraan mengalami kegagalan fungsi rem," katanya.
