Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Nelayan Hilang Usai Perahu Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda Lampung Selatan

Nelayan Hilang Usai Perahu Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda Lampung Selatan
Nelayan Hilang Usai Perahu Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda Lampung Selatan

PEWARTA.CO.ID — Kecelakaan laut terjadi di wilayah perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Sebuah perahu nelayan mengalami kerusakan berat setelah bertabrakan dengan kapal kargo yang sedang melintas di jalur pelayaran.

Insiden tersebut menyebabkan satu orang nelayan dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi usai menerima informasi mengenai kecelakaan laut tersebut.

"Tim Basarnas Pos SAR Bakauheni langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan. Kami berkoordinasi dengan Pos TNI AL Kalianda dan unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian," ujar Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, dikutip Jumat (8/5/2026).

Kronologi kejadian

Peristiwa nahas itu bermula ketika sebuah kapal nelayan yang membawa empat orang sedang mencari ikan di perairan Kalianda. Diduga perahu berada terlalu dekat dengan jalur pelayaran kapal besar sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan keras membuat perahu nelayan mengalami kerusakan parah. Tiga orang nelayan berhasil menyelamatkan diri setelah kejadian tersebut.

Ketiga korban selamat masing-masing diketahui bernama Kalori selaku nakhoda kapal, serta dua anak buah kapal lainnya, yakni Uyut dan Herman.

Sementara itu, satu nelayan bernama Ajum (53) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus laut pascakejadian.

Pencarian korban terkendala cuaca

Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian dengan menyisir lokasi kejadian menggunakan perahu karet serta perlengkapan SAR air.

Namun, proses pencarian sempat mengalami hambatan akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat di area perairan.

"Operasi sempat terkendala cuaca buruk berupa hujan deras dan jarak pandang yang sangat terbatas di lokasi pencarian," tandasnya.

Hingga Jumat malam, korban bernama Ajum masih belum ditemukan. Tim SAR memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan memperluas area penyisiran dari titik awal korban diduga jatuh ke laut.

Advertisement
Advertisement
Advertisement