Prabowo Beberkan Kerangka Ekonomi 2027, Target Pertumbuhan hingga Kurs Rupiah Jadi Sorotan
![]() |
| Prabowo Beberkan Kerangka Ekonomi 2027, Target Pertumbuhan hingga Kurs Rupiah Jadi Sorotan |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di hadapan DPR RI sebagai dasar awal penyusunan RAPBN 2027.
Pemaparan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI dan langsung menjadi perhatian publik karena memuat arah kebijakan ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan sejumlah target utama pemerintah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, proyeksi nilai tukar rupiah, hingga desain defisit APBN yang disebut akan dibuat lebih sehat dan disiplin.
Berikut sejumlah poin penting dari penyampaian KEM-PPKF 2027 yang menjadi sorotan.
Defisit APBN 2027 ditargetkan lebih rendah
Pemerintah menetapkan target defisit APBN 2027 berada pada kisaran 1,8 persen hingga maksimal 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," kata Prabowo.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah memproyeksikan belanja negara berada di level 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB. Sementara pendapatan negara dipatok pada kisaran 11,82 persen sampai 12,40 persen PDB.
"Ini arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita sebagai pembicaraan pendahuluan dalam RAPBN 2027," ujarnya.
Angka defisit tersebut lebih rendah dibanding target APBN 2026 yang mencapai 2,68 persen PDB. Pemerintah sebelumnya juga mencatat realisasi defisit APBN 2025 melebar hingga 2,92 persen PDB.
Prabowo menegaskan APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan instrumen penting untuk memperkuat ekonomi nasional.
"APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, tapi wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa," tegasnya.
Target pertumbuhan ekonomi dipatok hingga 6,5 persen
Dalam dokumen KEM-PPKF 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada rentang 5,8 persen hingga 6,5 persen.
Menurut Prabowo, target tersebut menjadi langkah awal menuju ambisi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029 mendatang.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia tumbuh 5,8-6,5 persen menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029," ujar Prabowo.
Ia juga menyebut keputusan menyampaikan langsung KEM-PPKF di parlemen menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga arah kebijakan negara di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
"Dalam rangka itulah APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN adalah wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa, alat untuk melindungi rakyat, dan alat memperkokoh dasar-dasar ekonomi bangsa," katanya.
Target pertumbuhan ekonomi tersebut tercatat lebih tinggi dibanding target dalam APBN 2026 yang berada di level 5,4 persen.
Rupiah diproyeksi di kisaran Rp16.800-Rp17.500
Selain pertumbuhan ekonomi dan defisit anggaran, pemerintah juga menetapkan asumsi nilai tukar rupiah pada level Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada 2027.
Prabowo mengatakan stabilitas rupiah akan dijaga melalui sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500. Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," tegas Prabowo.
Selain itu, pemerintah memproyeksikan tingkat inflasi berada pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Adapun imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan bergerak di level 6,5 persen sampai 7,3 persen.
Asumsi energi jadi dasar RAPBN 2027
Dalam pemaparannya, pemerintah juga menyampaikan asumsi sektor energi yang akan menjadi landasan penyusunan RAPBN 2027.
Harga minyak mentah Indonesia atau ICP diproyeksikan berada pada kisaran USD70 hingga USD95 per barel.
Sementara lifting minyak ditargetkan mencapai 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari. Untuk lifting gas, pemerintah mematok target 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.
Rincian asumsi makro RAPBN 2027
Berikut rincian asumsi makro yang dipaparkan pemerintah dalam KEM-PPKF 2027:
- Pertumbuhan ekonomi: 5,8 persen–6,5 persen
- Inflasi: 1,5 persen–3,5 persen
- Nilai tukar rupiah: Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS
- Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5 persen–7,3 persen
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD70–USD95 per barel
- Lifting minyak: 602 ribu–615 ribu barel per hari
- Lifting gas: 934 ribu–977 ribu barel setara minyak per hari
- Pendapatan negara: 11,82 persen–12,40 persen PDB
- Belanja negara: 13,62 persen–14,80 persen PDB
- Defisit APBN: 1,80 persen–2,40 persen PDB
