Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

RI Temukan 13 Sumur Migas Baru di Kaltim dengan Cadangan Minyak Hampir 1 Juta Barel

RI Temukan 13 Sumur Migas Baru di Kaltim dengan Cadangan Minyak Hampir 1 Juta Barel
Ilustrasi. Pengeboran sumur minyak

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah menemukan potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) bernilai ekonomi sekitar Rp2,5 triliun di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Temuan tersebut berasal dari 13 sumur migas yang akan mulai dikembangkan melalui proses pengeboran pada Juni 2026.

Eksplorasi ini dilakukan setelah Kementerian Transmigrasi memberikan izin pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi kepada SKK Migas.

Proyek tersebut dinilai berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat transmigran di wilayah sekitar.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, sumber daya migas itu merupakan hasil pengembangan dari eksplorasi yang sebelumnya dilakukan Pertamina di kawasan transmigrasi Samboja.

Menurut Iftitah, pendekatan pembangunan transmigrasi kini tidak lagi hanya berfokus pada pemindahan penduduk dari daerah padat ke wilayah yang masih lengang.

Pemerintah ingin menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi agar masyarakat datang secara alami karena adanya peluang usaha dan pekerjaan.

"Hari ini pendekatannya di balik, tidak lagi memindahkan semut, tetapi bagaimana Kementerian Transmigrasi mencetak gula sehingga semutnya itu bisa datang secara alamiah. Apa yang dimaksud dengan gula hari ini, itu adalah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Salah satunya, salah satu gulanya itu adalah sektor strategis seperti minyak dan gas, seperti yang sudah ada di kawasan transmigrasi Samboja," kata Iftitah dalam jumpa pers di kantor Kementrans, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Potensi ekonomi dan lapangan kerja

Iftitah optimistis pengembangan sektor migas di kawasan transmigrasi tersebut akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional maupun daerah. Selain mendorong investasi, proyek ini diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Pemerintah juga berencana memperkuat infrastruktur penunjang seperti pembangunan akses jalan dan jembatan untuk mendukung aktivitas industri migas di wilayah tersebut.

"Multiplier effect-nya juga akan tumbuh. tadi juga sudah disampaikan dari SKK Migas. Jika ada penduduk lokal yang nanti lulusan SMK atau misalkan STM yang memang bisa berpotensi untuk diterima bekerja di sana, akan kami latih juga supaya bisa bekerja di sana," ujar Iftitah.

Cadangan minyak hampir 1 juta barel

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, total potensi gas di kawasan itu mencapai 11,64 miliar kaki kubik. Sementara cadangan minyaknya diperkirakan mencapai 0,96 juta barel atau mendekati 1 juta barel.

Potensi produksi tersebut diproyeksikan berlangsung pada periode 2026 hingga 2032.

“Untuk potensi gasnya itu 11,64 miliar kaki kubik, untuk minyaknya 1 juta barel. Kami apresiasi sekali kepada Kementerian Transmigrasi beserta jajaran yang telah mengizinkan kami untuk melakukan eksplorasi dan produksi. Kebetulan akan dilaksanakan dan waktu dekat, yaitu bulan depan kita mulai," kata dia.

"Semoga apa yang kita lakukan pada hari ini menjadi momentum sejarah bagi kita untuk melakukan kerjasama sebagaimana amanat Undang-Undang 45 pasal 33, minyak dan gas bumi kekayaan di dalamnya digunakan semaksimalnya untuk kemakmuran masyarakat," imbuhnya.

Djoko menjelaskan, 13 sumur tersebut merupakan sumur baru yang nantinya akan dibor oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Salah satu sumur targetkan produksi 7,3 juta kaki kubik gas per hari

Salah satu sumur yang akan dikembangkan adalah sumur MUT-346 OS HZ. Sumur tersebut ditargetkan mampu menghasilkan gas sebesar 7,3 juta kaki kubik per hari.

Adapun estimasi cadangan gas di sumur tersebut mencapai 3,6 miliar kaki kubik gas. Dalam perhitungan industri migas, 1 juta kaki kubik gas setara dengan 1.000 MMBTU.

Dengan asumsi harga gas sebesar 7,7 dolar AS per MMBTU pada periode 2026 hingga 2031 serta kurs rupiah di level Rp17 ribu per dolar AS, nilai cadangan gas dari sumur itu diperkirakan mencapai sekitar Rp471 miliar.

Sementara itu, pendapatan kotor dari pengembangan sumur diprediksi menyentuh Rp355 miliar. Dari nilai tersebut, pemerintah diperkirakan memperoleh penerimaan sekitar Rp87 miliar setelah pajak.

“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” ujar Djoko Siswanto.

Advertisement
Advertisement
Advertisement