Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Rudal Iran Diklaim Hantam Kapal AL AS di Selat Hormuz, CENTCOM Bantah Serangan

Rudal Iran Diklaim Hantam Kapal AL AS di Selat Hormuz, CENTCOM Bantah Serangan
Kapal perang AS dikabarkan terkena serangan rudal Iran di Selat Hormuz

PEWARTA.CO.ID — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai dugaan serangan rudal Iran terhadap kapal patroli Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) di sekitar Selat Hormuz.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa kapal patroli milik AL AS terkena dua rudal Iran setelah disebut mengabaikan peringatan dari otoritas militer Teheran. Insiden tersebut dikabarkan terjadi di dekat wilayah pesisir Jask, Iran, yang berada sekitar 140 kilometer dari titik tersempit Selat Hormuz.

Dalam laporan yang dirilis pada Senin (4/5/2026), kapal militer AS itu dituduh melanggar aturan navigasi dan keamanan maritim saat berupaya melintas di jalur strategis tersebut. Namun, identitas kapal yang dimaksud tidak diungkapkan secara rinci.

Fars menyebut Angkatan Laut Iran sebelumnya telah memberikan peringatan kepada kapal tersebut agar menjauh dari area tertentu di Selat Hormuz. Karena peringatan itu disebut tidak dipatuhi, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal.

Media Rusia RT, yang turut mengutip laporan tersebut, menyebut kapal patroli Amerika akhirnya tidak mampu melanjutkan pelayaran usai terkena serangan dan terpaksa meninggalkan kawasan itu.

“kapal patroli Amerika tidak dapat melanjutkan rutenya karena terkena serangan, sehingga terpaksa mundur dan meninggalkan daerah tersebut,” demikian isi laporan yang dikutip RT.

Meski demikian, pihak militer Amerika Serikat langsung membantah klaim tersebut. Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menegaskan tidak ada kapal perang AS yang menjadi korban serangan Iran.

Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan bahwa “tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan” serta memastikan operasi militer Amerika di kawasan tetap berjalan.

Selain itu, CENTCOM juga menegaskan bahwa “pasukan AS tetap mendukung Project Freedom serta menegakkan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.”

Situasi di Selat Hormuz sendiri belakangan menjadi perhatian internasional karena meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Jalur laut tersebut dikenal sebagai salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.

Eskalasi terbaru ini juga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan terkait kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz sejak akhir Februari lalu.

Pada Minggu (3/5/2026), Trump berjanji akan “membantu membebaskan” kapal-kapal yang masih terjebak di kawasan tersebut. Ia menyebut militer AS siap mengawal kapal-kapal dari sejumlah negara agar dapat keluar dari jalur perairan itu dengan aman.

Trump juga memperingatkan bahwa setiap bentuk gangguan terhadap operasi tersebut “harus ditangani dengan tegas.”

Hingga kini belum ada laporan independen yang dapat mengonfirmasi klaim Iran terkait dugaan serangan rudal terhadap kapal AL AS tersebut. Situasi di kawasan Selat Hormuz pun masih terus dipantau oleh berbagai pihak internasional karena berpotensi memicu ketegangan yang lebih luas.

Advertisement
Advertisement
Advertisement