Strategi Daihatsu Hadapi Melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS, Harga Mobil Dipastikan Belum Naik
![]() |
| Strategi Daihatsu Hadapi Melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS, Harga Mobil Dipastikan Belum Naik |
PEWARTA.CO.ID — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah mulai memberi tekanan pada berbagai sektor industri, termasuk otomotif.
Meski begitu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan harga mobil Daihatsu di Indonesia masih belum mengalami kenaikan hingga saat ini.
Di tengah situasi tersebut, Daihatsu memilih mengambil langkah efisiensi dan penyesuaian internal agar dampak pelemahan rupiah tidak langsung dibebankan kepada konsumen.
Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS.
Daihatsu fokus efisiensi dan lokalisasi komponen
Sri Agung mengungkapkan bahwa masih ada beberapa komponen kendaraan yang berasal dari impor sehingga terpengaruh oleh kurs dolar AS. Namun, Daihatsu memilih melakukan restrukturisasi biaya dan efisiensi produksi sebagai langkah awal.
"Ada beberapa komponen yang memang impor pastinya butuh penyesuaian tapi keberlanjutan industri ini kan mesti jalan. Jadi kita lakukan beberapa hal kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita," tutur Sri Agung, di BSD Tangeran, Rabu (20/5/2026).
Selain efisiensi, Daihatsu juga mulai membahas pengembangan komponen lokal bersama rantai pasok industri otomotif. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor di masa mendatang.
"Yang kedua kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi dari beberapa (komponen-red) impor," tutur Agung.
Menurutnya, kondisi pelemahan rupiah saat ini bukan hanya berdampak pada Daihatsu saja, tetapi juga seluruh pelaku industri otomotif nasional.
"Saya rasa depresiasi ini berdampak bukan hanya pada pabrik Daihatsu. Ini akan terjadi pada seluruh industri yang ada di Indonesia," tutur Agung.
Harga mobil Daihatsu belum naik
Meski tekanan biaya produksi meningkat, Daihatsu menegaskan belum mengambil keputusan untuk menaikkan harga kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.
Agung mengatakan perusahaan memilih bersikap hati-hati agar konsumen tidak terbebani, terutama karena mayoritas pembeli Daihatsu merupakan pembeli mobil pertama.
"Tapi apa yang akan dilakukan Daihatsu? Akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan prudent. Artinya tidak semua dilakukan dan dideploy kepada customer. Perlu dicatat, Daihatsu itu first car buyer," tutur Agung.
Ia juga memastikan selama beberapa bulan terakhir belum ada perubahan harga pada lini produk Daihatsu.
"Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama 4 bulan sejauh ini tidak ada kenaikan harga," katanya.
Daihatsu hadirkan promo Mid Year Surprise Deals 2026
Di tengah tantangan industri otomotif saat ini, Daihatsu juga menghadirkan program penjualan bertajuk Mid Year Surprise Deals 2026 yang berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Melalui program tersebut, konsumen bisa menikmati berbagai penawaran menarik mulai dari paket trade-in, kredit ringan, hingga potongan harga khusus.
Tak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan memperoleh hadiah berupa 1 unit mobil All New Ayla modifikasi, 8 sepeda motor, serta 16 smartphone.
Marketing & CR Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengatakan program tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi pelanggan setia Daihatsu.
“Program Daihatsu Mid Year Surprise Deals 2026 kami hadirkan sebagai wujud apresiasi bagi pelanggan setia Daihatsu. Kami ingin memastikan selain mendapatkan mobil impian, Sahabat Daihatsu juga memperoleh berbagai keuntungan tambahan yang membuat pengalaman membeli mobil menjadi lebih mudah,” ujar Tri Mulyono.
