Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Viral Video Sejoli di Bundaran GKB Gresik Tuai Sorotan, Pria dalam Rekaman Beri Klarifikasi

Viral Video Sejoli di Bundaran GKB Gresik Tuai Sorotan, Pria dalam Rekaman Beri Klarifikasi
Viral Video Sejoli di Bundaran GKB Gresik Tuai Sorotan

PEWARTA.CO.ID — Sebuah video singkat yang memperlihatkan pasangan muda-mudi di kawasan Taman Bundaran Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, mendadak ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Rekaman tersebut mulai viral sejak Minggu (3/5/2026) dan langsung menyita perhatian warganet. Pasalnya, dalam video itu terlihat seorang pria dan perempuan sedang duduk berdekatan di salah satu sudut taman pada malam hari.

Cuplikan tersebut kemudian memunculkan berbagai asumsi dari masyarakat. Sebagian pengguna media sosial menilai keduanya melakukan tindakan yang tidak pantas di area publik. Perdebatan pun tak terhindarkan, terlebih Gresik selama ini dikenal sebagai daerah dengan citra religius yang kuat sebagai “Kota Wali” dan “Kota Santri”.

Video amatir itu dengan cepat menyebar luas di berbagai platform digital. Mulai dari grup Facebook “Gresik Sumpek” hingga percakapan di aplikasi WhatsApp, rekaman tersebut terus dibagikan dan menuai beragam komentar dari netizen.

Mayoritas komentar bernada kritik dan kecaman terhadap pasangan tersebut. Banyak warganet menilai tindakan mereka tidak mencerminkan norma sosial yang berlaku di lingkungan masyarakat Gresik.

Meski demikian, tidak sedikit pula pengguna media sosial yang meminta publik untuk tidak langsung memberikan penilaian sepihak sebelum mengetahui kejadian sebenarnya.

Di tengah ramainya perbincangan publik, pria dalam video yang diketahui berinisial R (24) akhirnya memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Ia membantah tudingan yang menyebut dirinya dan sang kekasih melakukan tindakan asusila di taman Bundaran GKB.

"Saya ingin meluruskan bahwa kami tidak melakukan aksi mesum atau tindakan asusila lainnya. Saat itu, pasangan saya sedang dalam kondisi emosional yang tidak stabil karena masalah keluarga yang cukup berat," ujar R dalam keterangannya.

Menurut R, saat kejadian berlangsung, kekasihnya sedang menangis dan membutuhkan tempat untuk menenangkan diri. Ia mengaku hanya berusaha menenangkan pasangannya dengan membiarkannya bersandar di bahunya.

Ia juga menyebut tidak mengetahui ada pihak lain yang merekam momen tersebut dari kejauhan hingga akhirnya tersebar luas di media sosial dengan narasi yang dianggap menyudutkan dirinya dan sang pasangan.

"Kami hanya mencari tempat untuk berbicara tenang, dan tidak ada niatan sedikit pun untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma," tambahnya.

Klarifikasi yang disampaikan R diharapkan dapat meredakan polemik yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus menghentikan perundungan digital terhadap kedua sejoli tersebut.

Sementara itu, kondisi di kawasan Bundaran GKB hingga kini tetap ramai dikunjungi warga seperti biasanya. Namun, pengawasan di area taman disebut semakin diperketat oleh petugas setempat guna menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Advertisement
Advertisement
Advertisement