Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Sejumlah Perairan Indonesia hingga 13 Mei 2026

Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Sejumlah Perairan Indonesia hingga 13 Mei 2026
Ilustrasi: Gelombang tinggi

PEWARTA.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 10 hingga 13 Mei 2026.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui laporan resmi yang dirilis pada Minggu (10/5/2026). Masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, diminta meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang di beberapa wilayah diprediksi mencapai 4 meter.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dan selatan yang bergerak dengan kecepatan berbeda.

"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 2–15 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung dan Laut Arafuru," ujar BMKG, Minggu (10/5/2026).

Daftar wilayah berpotensi gelombang tinggi

BMKG menyebutkan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

Wilayah tersebut meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, wilayah barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Mentawai, hingga kawasan selatan Bali, NTB, dan NTT.

Selain itu, kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Laut Jawa bagian tengah dan timur, Laut Bali, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Maluku, hingga Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, serta Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur.

Sementara itu, gelombang dengan ketinggian lebih ekstrem yakni 2,5 sampai 4 meter diprediksi muncul di Samudra Hindia barat Bengkulu dan Lampung.

Potensi gelombang tinggi juga mengintai wilayah selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," kata BMKG.

Nelayan dan kapal diminta waspada

BMKG mengingatkan masyarakat pesisir serta para pelaku aktivitas pelayaran agar lebih berhati-hati selama periode peringatan dini berlangsung.

Risiko keselamatan pelayaran dinilai meningkat seiring kombinasi kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah wilayah laut Indonesia.

BMKG menjelaskan, perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot disertai tinggi gelombang hingga 1,25 meter.

Kemudian kapal tongkang perlu waspada saat kecepatan angin menyentuh 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter. Adapun kapal ferry berpotensi terdampak ketika angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang hingga 2,5 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata BMKG.

Advertisement
Advertisement
Advertisement